Rabu, 17 Jun 2026 23:31 WIB

Larung Sesaji di Telaga Ngebel, Bupati Ipong: Tradisi Khas Ponorogo

  • Penulis : Advertorial
  • | Minggu, 01 Sep 2019 17:12 WIB
Ritual Larung Sesaji dan Risalah Doa di Telaga Ngebel, Ponorogo
Ritual Larung Sesaji dan Risalah Doa di Telaga Ngebel, Ponorogo

jatimnow.com - Perhelatan Grebeg Suro 2019 di Kabupaten Ponorogo ditutup dengan Ritual Larung Sesaji dan Risalah Doa di Telaga Ngebel, Kecamatan Ngebel, Minggu (1/09/2019).

Sebanyak 5 tumpeng atau gunungan diarak mengelilingi Telaga Ngebel sepanjang kurang lebih empat kilometer.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Satu diantara 5 tumpeng itu berukuran besar atau tumpeng raksasa, sedangkan empat lainnya lebih kecil yang berisi hasil bumi.

Satu tumpeng berukuran besar merupakan Tumpeng Agung atau Gunungan Utama yang berisi beras merah. Tumpeng yang satu ini akan dilarung menggunakan perahu dan ditenggelamkan di tengah telaga yang berlokasi sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Ponorogo.

Sedangkan empat tumpeng dan delapan tumpeng kecil lainnya yang disebut Buceng Purak diperebutkan oleh warga di lokasi. Warga percaya, tumpeng Buceng Purak yang berisi hasil bumi dapat mendatangkan berkah.

"Ya memang berkeliling dulu. Larung Sesaji itu semacam bersih desa," kata Ketua Umum Larung Sesaji, Suryadi, ditemui di lokasi.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni datang bersama istrinya, Sri Wahyuni dan beberapa Forpimda (Forum Pimpinan Daerah), serta para Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ipong menjelaskan larungan di kawasan ini menceritakan tentang asal muasal Telaga Ngebel.

"Satu Tumpeng Agung. Empat lagi Tumpeng Buceng Purak. Tumpeng Agung yang berisi beras merah kita larung. Dan satunya untuk perebutan," katanya.

Baca Juga: Tak Lagi Pakai Tenaga, Pebecak di Ponorogo Tersenyum Dapat Becak Listrik dari Prabowo

Menurut Ipong, hal itu menjadi cerita asal muasal Telaga Ngebel dan Pemkab Ponorogo tetap mempertahankannya hingga saat ini.

"Agar supaya orang tahu. Orang menghargai legenda seperti ini," terangnya.

Ia juga menjelaskan, di Bali pariwisata bisa maju karena menghargai tradisi yang ada. Ia pun berkeinginan demikian, sehingga diharapkan pariwisata di Ponorogo terus maju dan berkembang.

"Ujung-ujungnya kan meningkatkan perekonomian. Seperti yang ada sekarang ini. Sebelas hari acara Grebeg Suro warung makan, toko suvenir dan hotel penuh," jelasnya.

Baca Juga: Resmikan Air Frezz, Plt Bupati Ponorogo Tekankan Pentingnya Air Minum Bersertifikat

Dia menceritakan, larungan Telaga Ngebel bukti perwujudan rasa syukur masyarakat Ponorogo atas rejeki yang telah diterima selama 1 tahun sekarang ini.

Dalam tradisi Jawa yang nama nya Ketuhanan Yang Maha Esa dilalui dengan cara sedekah hasil panen bumi baik pertanian maupun buah ada yang dimakan bersama-sama dan ada yang dilarungkan ke dalam telaga.

"Bagian dari tradisi ciptaan Allah SWT, dikemas dalam bentuk tradisi," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.