Senin, 15 Jun 2026 21:30 WIB

Diserang Hama Penyakit, Hasil Panen Strawbery di Tulungagung Menurun

Petani strawbery  di Tulungagung
Petani strawbery di Tulungagung

jatimnow.com - Petani dan pengelola wisata Kampung Strawbery di Desa Gambiran, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, resah dengan serangan penyakit cacar daun dan jamur yang terjadi sejak tiga bulan terkahir ini.

Serangan penyakit ini menyebabkan hasil produksi buah strawberi dan jumlah pengunjung wisata tersebut mengalami penurunan hingga 90 persen.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Budi Resgiawan, salah seorang pengelola wisata Kampung Strawbery mengatakan serangan penyakit terjadi sejak awal bulan Juni lalu.

Panasnya cuaca di siang hari, serta dinginnya cuaca malam hari diduga menjadi penyebab munculnya penyakit ini.

"Produksi buah tidak maksimal karena penyakit tersebut, hal ini juga berpengaruh ke jumlah wisatawan yang berkunjung," ujarnya, Rabu (28/8/2019).

Terdapat 9 jenis strawbery yang coba dibudiyakan oleh petani di lokasi wisata ini. Jika tidak terserang penyakit jumlah pengunjung setiap bulannya bisa mencapai 800 orang.

Namun jumlah tersebut menurun hingga 90 persen sejak tiga bulan terakhir ini. Tidak adanya buah strawbery yang bisa dipetik membuat pengunjung enggan untuk datang.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Wisata ini menawarkan petik buah langsung dari pohon, kalau tidak ada buah maka pengunjung tidak ada yang datang," ujarnya.

Untuk mengurangi dampak serangan penyakit ini, petani harus rutin melakukan pengecekan terhadap tanamannya.

Mereka akan membuang daun dan buah yang terkena penyakit, agar tidak menyebar ke tanaman lain yang masih sehat. Selain itu mereka juga menyemprot obat obatan, agar tanaman lebih kuat terhadap perubahan cuaca.

"Ini sudah mulai pulih lagi namun masih belum berbuah banyak," pungkasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.