Kamis, 11 Jun 2026 10:51 WIB

Santri Tewas Dianiaya Senior

Ponpes Mamba'ul Ulum Mojokerto Siap Ikuti Proses Hukum

Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ulum Mojokerto
Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ulum Mojokerto

jatimnow.com - Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba'ul Ulum yang sempat membantah santrinya tewas karena dianiaya senior dan berdalih hanya terjatuh dari lantai dua kamarnya mengaku mendapatkan keterangan dari WN.

Pengurus pondok putra Ponpes Mamba'ul Ulum, Mahfudin Akbar (33), menjelaskan perkataan yang disampaikan oleh Anisatul Fadillah sesuai dari keterangan yang disampaikan WN.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Baca juga: 

Ia menambahkan, Anisatul Fadillah sempat bertanya ke WN di IGD RSUD dr Prof Soekandar Mojosari, Selasa (20/8) dinihari waktu itu Ari Rivaldo (16), sedang menjalani perawatan medis.

"Mungkin WN takut, bilangnya ke Ning Fadilah Ari jatuh dari lantai 2 asrama santri. Saat itu juga saya ketemu WN, tapi tidak sempat menanyai dia," kata Mahfudin Akbar, Sabtu (24/8/2019).

Gus Didin sapaan akrab Mahfudin Akbar menambahkan, dirinya mendapat kabar jika Ari berada di rumah sakit dari ustaz Mamba'ul Ulum. Menurutnya, setelah penganiayaan itu, Ari yang terluka parah dibawa oleh pelaku dan seorang temannya ke rumah sakit tanpa melapor ke pihak Ponpes.

"Karena tidak bisa mengurus administrasi, WN kembali ke pondok dan membangunkan ustaz. Kemudian ustaz itu mengabari saya sekitar pukul 04.00 Wib," jelasnya.

Gus Didin sendiri mengaku fokus pada penyembuhan kepada Ari yang terluka parah. Ketika Ari dinyatakan meninggal di RSI Sakinah, Sooko sekitar pukul 12.00 Wib, dirinya juga masih sibuk mengurus jenazah dan pemakaman Ari, sehingga tidak bisa menggali keterangan terkait luka yang dialami korban.

"Saat itu saya sendiri tidak bisa mengambil keputusan penyebab Ari meninggal karena apa. Karena belum ada hasil autopsi, olah TKP dan lainnya," ungkapnya.

Saat ini, polisi sudah menetapkan WN sebagai pelaku anak, Gus Didin hanya pasrah dan mengikuti proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Proses hukumnya kami ikuti, pesantren hanya mendamaikan keluarga korban dan pelaku agar almarhum Ari tenang di alam sana. Biaya rumah sakit serta pemakaman pondok yang memfasilitasi," tandasnya.

Sebelumnya, pengurus pondok putri Anisatul Fadillah (32) melontarkan pernyataan jika tewasnya Ari Rivaldo karena terjatuh dari lantai 2 asrama santri putra pada Selasa (20/8).

Ia juga berkata, Ari jatuh dari ketinggian kurang lebih 10 meter akibat mengantuk dan kelelahan usai ikut lomba gerak jalan. Tetapi hasil penyelidikan dan penyidikan serta autopsi dari RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong Sidoarjo berkata lain.

Hasil penyelidikan polisi, kepala santri warga Desa Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo ini ditendang dua kali oleh WN (17) di kamar asrama Ari di Desa Awang-Awang, Senin (19/8) sekitar pukul 23.30 Wib.

Tendangan pelaku warga Tanjungkenongo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ini membuat kepala korban membentuk tembok kamar, sehingga tengkorak kepala bagian belakang pecah.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya Oleh Oknum Aremania Berakhir Damai

Satreskrim Polres Mojokerto menetapkan WN sebagai pelaku anak (tersangka) penganiayaan hingga Ari tewas.

Penganiayaan santri junior yang dilakukan senior terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba'ul Ulum Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Korban dinilai melanggar peraturan atau keluar kamar tanpa ijin kepada seniornya. Pelaku mencari di sekitar pondok dan menemukan korban di luar pondok, lalu dibawa ke kamar dan terjadi penganiayaan.

Pelaku memukul korban dengan tangan kosong dan sempat membentur tembok menyebabkan Ari Rivaldo mengeluarkan darah dan muntah darah hingga meninggal.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.