Selasa, 16 Jun 2026 00:41 WIB

Operasional PLTA Waduk Wonorejo Tulungagung Dikurangi

Waduk Wonorejo Tulungagung
Waduk Wonorejo Tulungagung

jatimnow.com - Berkurangnya pasokan air dari sungai menyebabkan ketinggian elevasi air di Waduk Wonorejo, Kabupaten Tulungagung, mengalami penurunan. Hal ini membuat operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di waduk tersebut terpaksa dikurangi.

Kepala Sub Divisi 1-3 Jasa ASA Tulungagung Hadi Witoyo menjelaskan, pengurangan jam operasional ini sudah dilakukan sejak Juni 2019. Jika biasanya PLTA aktif beroperasi selama 24 jam, kini hanya 8 jam setiap hari.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Debit air yang masuk dari empat sungai, yaitu Kali Song, Kali Putih, Kali Bodeng dan Kali Wangi mengalami penurunan. Bahkan untuk Kali Song saat ini sudah tidak lagi memasok kebutuhan air.

"Untuk sungai lainnya masih masuk ke sini, tapi debitnya tinggal 1,5 hingga 2 meter kubik per detik," jelas Hadi, Jumat (23/8/2019).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Untuk bisa beroperasi selama 24 jam, ketinggian air di waduk ini minimal mencapai 183 hingga 185 MDPL. Namun saat ini ketinggian air menyusut ke angka 176 MDPL, sehingga PLTA dengan kapasitas 6,3 MW tidak bisa beroperasi penuh.

"Dari sebelumnya 24 jam sekarang tinggal 8 jam sehari, itu biasanya dioperasikan pada saat beban puncak saja, mulai pukul 17.00 WIB," tambahnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Selain untuk keperluan PLTA, air di waduk ini juga digunakan untuk keperluan irigasi. Meskipun ketinggian air mengalami penurunan, tapi pengelola waduk memastikan stok air untuk irigasi masih aman hingga November 2019.

"Pola elevasi yang kami tetapkan 174,03 Mdpl, artinya kami masih surplus sekitar 2 Mdpl. Sedangkan apabila diukur dari titik terendah operasional waduk, yakni 150 Mdpl, kami masih punya cadangan air sekitar 64 juta meter kubik," ungkapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.