Senin, 22 Jun 2026 01:31 WIB

Ini Penyebab Tewasnya Seorang Santri di Mamba'ul Ulum Mojokerto

Polisi lakukan olah TKP di Ponpes Mamba'ul Ulum Mojokerto
Polisi lakukan olah TKP di Ponpes Mamba'ul Ulum Mojokerto

jatimnow.com - Ari Rivaldo (16) santri yang tewas di Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba'ul Ulum diakibatkan tengkorak belakang bagian kanan pecah setelah diduga dianiaya oleh WN (17), seniornya.

Jasad santri asal Desa Sepanjang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo ini sudah divisum dan diautopsi di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

Baca juga: 

"Dari hasil otopsi penyebab meninggalnya korban akibat luka di kepala, tengkorak belakang pecah," kata Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno, Kamis (22/8/2019).

Namun, mantan Kapolres Pacitan ini enggan membeberkan penyebab pecahnya tengkorak belakang kepala bagian kanan korban. Ia mengakui pihaknya sudah memeriksa dan meminta keterangan 4 saksi.

Petugas juga menyita barang bukti seperti selimut, kasur lantai dan baju korban yang masih ada bercak darah yang disita dari kamar korban.

"Untuk sebabnya kenapa masih kita cari. Saat ini masih pra rekonstruksi," tandasnya.

Jenazah Ari Rivaldo sendiri telah dikebumikan di pemakaman keluarga Ponpes Mamba'ul Ulum, Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Diduga penganiayaan santri junior yang dilakukan senior terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba'ul Ulum Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

Korban dinilai melanggar peraturan atau keluar kamar tanpa ijin kepada seniornya. Pelaku mencari di sekitar pondok dan menemukan korban di luar pondok, lalu dibawa ke kamar dan terjadi penganiayaan.

Pelaku memukul korban dengan tangan kosong dan sempat membentur tembok. Korban mengeluarkan darah dan muntah darah.

Sedangkan Pengurus Ponpes Mamba'ul Ulum membantah tidak ada penganiayaan senior terhadap junior.

Pengasuh santri pria, Mahfudin Akbar mengatakan pukul 23.30 Wib Senin (19/8) dirinya mendapat laporan ada anak terjatuh dan ada di rumah sakit.

Istri Mahfudin Akbar, Annisatul Fadilah menambahkan pengurus ponpes sudah melakukan pertolongan dengan membawa korban ke RS dr Prof Soekandar Mojosari lalu dirujuk ke RS Sakinah, Sooko.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

Sesampainya di RS Sakinah, lanjut Anisatul, saat mau dibawa ke RS dr Soetomo Surabaya, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.