Selasa, 23 Jun 2026 02:10 WIB

Atasi Harga Anjlok, Petani ini Buka Wisata Petik Jeruk di Ponorogo

Wisata petik jeruk di Slahung Ponorogo
Wisata petik jeruk di Slahung Ponorogo

jatimnow.com - Langkah kreatif dari Suparto untuk menyiasati harga jeruk yang terus turun dengan membuka agro wisata di Ponorogo membuahkan hasil.

Wisata petik jeruk di kebun Pak Bedjo yang berada di Dusun Ndoro, RT 01 RW 01 Desa Duri, Slahung menarik animo pengunjung.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Untuk wisata ini, pengunjung dikenakan tiket masuk dan makan ditempat Rp 10 ribu. Jika dibawa pulang, perkilonya pengunjung membayar Rp 7 ribu.

Suparto mengatakan baru tahun ini dibuka wisata petik jeruk untuk umum. Sebelumnya, kebun jeruknya miliknya hanya sekedar untuk pribadi. Hal ini dilakukan karena harga jeruk terjun bebas dari tahun-tahun sebelumnya.

"Saat ini, harga jeruk dibeli dengan harga Rp 5 ribu oleh tengkulak. Mensiasati harga yang terus turun membuat tempat ini dibuka untuk agrowisata," katanya, Rabu (21/8/2019).

Ia menjelaskan di kebunnya terdapat 250 batang pohon jeruk yang tengah berbuah. Total ada 4 kuintal jeruk yang bisa dipanen di lahan ini. Pengunjung bebas memetik jeruk yang ingin dicicipi.

Diakuinya, usaha yang ditekuninya sekarang masih hanya coba-coba saja. Jika memang lebih menguntungkan, dirinya berjanji akan tetap membuka agrowisata jeruk setiap panen.

Dengan sistem agrowisata, menurut Suparto, dia bisa meraup keuntungan dan biaya perawatan pohon jeruk tertutupi.

"Kalau dipanen tengkulak, pasti rugi. Kalau dibuka untuk agrowisata, hasilnya lumayan," katanya.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Pihak pemerintah desa juga melirik usahanya. Ia diminta untuk membuka agrowisata petik jeruk di kebun milik pemerintah desa.

"Ya ini akhirnya saya juga membantu pemerintah desa. Tapi konsepnya lebih berbeda lagi. Karena lebih matang," terangnya.

Sekretaris Kecamatan Slahung, Paras Paravirodhena mengatakan di Desa Duri, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo awalnya hanya ada satu wsiata petik jeruk.

Namun karena wisata itu berkembang akhirnya menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Kami mendukung saja karena lebih menguntungkan daripada dijual kepada tengkulak," katanya.

Baca Juga: Gak Perlu Jemur di Jalan Lagi, Mahasiswa Surabaya Ciptakan Alat Pengering Padi

BUMDes sendiri tidak hanya menyediakan wisata petik jeruk tetapi juga terdapat makanan khas Slahung.

Darmawan, salah satu pengunjung mengatakan dirinya merasa senang dengan dibukanya wisata petik jeruk. Karena pengunjung bebas memilih dan makan jeruk segar yang langsung dipetik dari pohonnya.

"Bagus untuk menjadi tempat pembelajaran bagi anak-anak untuk lebih mengenal kebun jeruk. Jadi berwisata sambil edukasi," ujarnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.