Sabtu, 06 Jun 2026 21:29 WIB

Gak Perlu Jemur di Jalan Lagi, Mahasiswa Surabaya Ciptakan Alat Pengering Padi

Nur Ahmad Justine Ivana menunjukkan cara kerja alat pemisah dan pengering padi otomatis di Untag Surabaya, Senin (09/2/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Nur Ahmad Justine Ivana menunjukkan cara kerja alat pemisah dan pengering padi otomatis di Untag Surabaya, Senin (09/2/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ancaman gagal panen dan penurunan kualitas gabah saat musim hujan kini menemukan solusi teknologi di tangan mahasiswa. Nur Ahmad Justine Ivana, calon wisudawan Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, berhasil merakit alat pemisah dan pemanas padi otomatis yang bekerja berdasarkan sensor suhu serta kelembapan.

Inovasi ini lahir dari kegelisahan Justin melihat ketergantungan petani pada cuaca. Proses pengeringan tradisional seringkali terhambat mendung, yang berujung pada tingginya kadar air dan rusaknya harga jual padi.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Melalui karya berjudul "Rancang Bangun Alat Pemisah dan Pemanas Padi Berbasis Suhu dan Kelembapan," Justin menawarkan mekanisme pascapanen yang lebih mandiri.

"Tujuannya agar petani tidak lagi merugi saat cuaca buruk. Gabah bisa langsung masuk ke sistem pengering setelah panen, sehingga kualitas beras tetap premium," ungkap Justin saat ditemui menjelang prosesi wisuda di Untag Surabaya, Senin (09/2/2026).

Justin menyematkan mikrokontroler sebagai otak dari perangkat ini. Sensor suhu dan kelembapan bertugas memantau kondisi gabah secara real-time.

Jika tingkat kelembapan masih tinggi, elemen pemanas (heater) akan menjaga suhu stabil hingga mencapai tingkat kekeringan yang diinginkan secara merata.

Tidak hanya mengeringkan, alat ini juga mampu memilah bulir padi. Dengan memanfaatkan perbedaan massa jenis dan dorongan angin dari blower, gabah berisi akan terpisah otomatis dari ampas atau gabah kosong.

Nur Ahmad Justine Ivana, mahasiswa Teknik Elektro Untag Surabaya, ciptakan alat pemisah dan pengering padi otomatis untuk bantu petani saat musim hujan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Nur Ahmad Justine Ivana, mahasiswa Teknik Elektro Untag Surabaya, ciptakan alat pemisah dan pengering padi otomatis untuk bantu petani saat musim hujan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Baca Juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

Gabungan dua fungsi ini membuat waktu kerja petani jauh lebih efisien dibandingkan metode jemur konvensional.

Perjuangan Mahasiswa Kelas Malam Keberhasilan Justin menyelesaikan riset ini tergolong istimewa.

Pria lulusan SMK Negeri 1 Driyorejo ini menempuh studi melalui kelas malam sembari bekerja di bagian Building Management Trans Property.

Di tengah tuntutan profesional, ia justru mampu menyelesaikan masa kuliah hanya dalam 3,5 tahun dengan raihan IPK 3,5.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Ketertarikannya pada dunia kelistrikan memang sudah mendarah daging sejak duduk di bangku SMK. Baginya, teknologi elektro bukan sekadar teori di kelas, melainkan alat untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat.

"Saya ingin skripsi ini bukan hanya tumpukan kertas, tapi benar-benar bisa diaplikasikan di lapangan, terutama untuk mendukung ketahanan pangan kita," tambah mahasiswa yang juga aktif di UKM Pramuka ini.

Karya Justin membuktikan bahwa batasan waktu bagi mahasiswa pekerja bukan penghalang untuk melahirkan inovasi.

Alat pemanas padi ini diharapkan segera masuk ke tahap pengembangan lebih lanjut agar bisa diproduksi secara massal bagi komunitas petani di Jawa Timur.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.