Selasa, 21 Jul 2026 23:22 WIB

Gak Perlu Jemur di Jalan Lagi, Mahasiswa Surabaya Ciptakan Alat Pengering Padi

Nur Ahmad Justine Ivana menunjukkan cara kerja alat pemisah dan pengering padi otomatis di Untag Surabaya, Senin (09/2/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Nur Ahmad Justine Ivana menunjukkan cara kerja alat pemisah dan pengering padi otomatis di Untag Surabaya, Senin (09/2/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ancaman gagal panen dan penurunan kualitas gabah saat musim hujan kini menemukan solusi teknologi di tangan mahasiswa. Nur Ahmad Justine Ivana, calon wisudawan Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, berhasil merakit alat pemisah dan pemanas padi otomatis yang bekerja berdasarkan sensor suhu serta kelembapan.

Inovasi ini lahir dari kegelisahan Justin melihat ketergantungan petani pada cuaca. Proses pengeringan tradisional seringkali terhambat mendung, yang berujung pada tingginya kadar air dan rusaknya harga jual padi.

Baca Juga: Indonesia Energy Week Resmi Digelar di Surabaya hingga 18 Juli

Melalui karya berjudul "Rancang Bangun Alat Pemisah dan Pemanas Padi Berbasis Suhu dan Kelembapan," Justin menawarkan mekanisme pascapanen yang lebih mandiri.

"Tujuannya agar petani tidak lagi merugi saat cuaca buruk. Gabah bisa langsung masuk ke sistem pengering setelah panen, sehingga kualitas beras tetap premium," ungkap Justin saat ditemui menjelang prosesi wisuda di Untag Surabaya, Senin (09/2/2026).

Justin menyematkan mikrokontroler sebagai otak dari perangkat ini. Sensor suhu dan kelembapan bertugas memantau kondisi gabah secara real-time.

Jika tingkat kelembapan masih tinggi, elemen pemanas (heater) akan menjaga suhu stabil hingga mencapai tingkat kekeringan yang diinginkan secara merata.

Tidak hanya mengeringkan, alat ini juga mampu memilah bulir padi. Dengan memanfaatkan perbedaan massa jenis dan dorongan angin dari blower, gabah berisi akan terpisah otomatis dari ampas atau gabah kosong.

Nur Ahmad Justine Ivana, mahasiswa Teknik Elektro Untag Surabaya, ciptakan alat pemisah dan pengering padi otomatis untuk bantu petani saat musim hujan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)Nur Ahmad Justine Ivana, mahasiswa Teknik Elektro Untag Surabaya, ciptakan alat pemisah dan pengering padi otomatis untuk bantu petani saat musim hujan. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

Baca Juga: BNI Terapkan Pengawasan Berlapis untuk Penyaluran KUR

Gabungan dua fungsi ini membuat waktu kerja petani jauh lebih efisien dibandingkan metode jemur konvensional.

Perjuangan Mahasiswa Kelas Malam Keberhasilan Justin menyelesaikan riset ini tergolong istimewa.

Pria lulusan SMK Negeri 1 Driyorejo ini menempuh studi melalui kelas malam sembari bekerja di bagian Building Management Trans Property.

Di tengah tuntutan profesional, ia justru mampu menyelesaikan masa kuliah hanya dalam 3,5 tahun dengan raihan IPK 3,5.

Baca Juga: Inspiratif! Santri Jalanan Ini Raih Gelar Doktor dari Untag Surabaya

Ketertarikannya pada dunia kelistrikan memang sudah mendarah daging sejak duduk di bangku SMK. Baginya, teknologi elektro bukan sekadar teori di kelas, melainkan alat untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat.

"Saya ingin skripsi ini bukan hanya tumpukan kertas, tapi benar-benar bisa diaplikasikan di lapangan, terutama untuk mendukung ketahanan pangan kita," tambah mahasiswa yang juga aktif di UKM Pramuka ini.

Karya Justin membuktikan bahwa batasan waktu bagi mahasiswa pekerja bukan penghalang untuk melahirkan inovasi.

Alat pemanas padi ini diharapkan segera masuk ke tahap pengembangan lebih lanjut agar bisa diproduksi secara massal bagi komunitas petani di Jawa Timur.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.