Senin, 22 Jun 2026 14:27 WIB

Cerita Gagalnya Fadli Zon Bertemu Mahasiswa Papua di Asrama Kalasan

Fadli Zon saat berada di Gedung Negara Grahadi Surabaya
Fadli Zon saat berada di Gedung Negara Grahadi Surabaya

jatimnow.com - Rombongan DPR RI Dapil Papua dan Papua Barat memahami kondisi saat mereka tidak bisa bertemu dengan mahasiswa papua di Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan, Surabaya atau Asrama Kalasan pada Rabu (21/8/2019).

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang memimpin kunjungan itu membantah jika rombongannya tersebut diusir oleh para mahasiswa yang tinggal di asrama. Hanya saja, para penghuni asrama masih belum bisa menemui atau menerima siapapun yang datang.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

"Pengusiran tidak ada ya, kami memang tadi sudah mencoba ke sana untuk bertemu, tapi tidak bisa," kata Fadli Zon di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Ia mengetahui alasan para mahasiswa tidak bisa menemui dirinya. Ia beranggapan jika situasi setelah kerusuhan yang terjadi di Asrama Kalasan masih terasa sensitif.

"Mungkin situasi yang masih sensitif, sehingga mereka belum bisa menerima tamu. Sebelumnya sudah meminta tolong untuk berbicara dengan ketua asrama melalui Willem Windek, penghuni asrama yang sudah tinggal selama 5 tahun di sana. Sesampainya di sana, tidak bisa dihubungi lagi ketuanya," jelasnya.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Meski gagal bertemu dengan para mahasiswa papua, Fadli Zon menyebut bahwa pihaknya akan tetap membantu mengumpulkan informasi yang benar dari semua pihak untuk menangkal berita yang menyesatkan.

"Informasi yang tidak utuh sesat dan menyesatkan, menimbulkan provokasi segera kita tangkal dan bisa kondusif. Agar tidak terjadi lagi ekses-ekses di Papua termasuk sekarang ada di Papua Barat," jelasnya.

Semua masyarakat di Indonesia, kata dia, tentunya tidak menginginkan kerusuhan terjadi antar sesama bangsa. Untuk itu pihaknya akan mencoba berkomunikasi kembali dengan mahasiswa-mahasiswa agar bisa memberikan ketenangan dan bisa meredam.

Baca Juga: Natal di Yahukimo: Saat Topi Merah Marinir Warnai Senyum Bocah Papua

Selain itu, persoalan tentang awal mula kerusuhan terjadi, bisa diserahkan ke pihak kepolisian sehingga akan diproses secara hukum sesuai dengan keadilan dan kearifan.

"Kita tidak ingin itu terjadi. Saya kira kita semua sudah sepakat dengan NKRI dan berharap tidak ada ekses-ekses lagi. Kita harapkan urusan bendera, kata-kata dianggap rasis dan juga semua ada keadilan dan kearifan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.