Rabu, 17 Jun 2026 01:33 WIB

Usir Hama, Petani di Tulungagung Gelar Upacara Adat 'Manten Tikus'

Upacara adat manten tikus
Upacara adat manten tikus

jatimnow.com - Petani di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung menggelar upacara adat 'Manten Tikus', Selasa(20/8/2019). Upacara ini dilakukan untuk mengusir hama tikus dari lahan para petani.

Budiono, salah seorang petani mengatakan upacara adat ini merupakan bentuk permohonan kepada Tuhan YME agar hama tikus tidak menggangu tanaman petani.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Dalam upacara ini mereka menangkap dua pasang tikus berkelamin jantan dan betina. Tikus tersebut diambil dari sawah yang ada di tiap dusun.

"Sehari sebelumnya kita melakukan tirakatan di tengah sawah terlebih dahulu sebelum memulai upacara," ujarnya.

Dua pasang tikus ini kemudian dimasukkan ke dalam kandang berukuran sedang. Tikus ini lalu diputar sebanyak 7 kali, diatas sesajen yang telah disiapkan.

Setelah diputar, tikus kemudian diarak keliling desa. Layaknya pengantin, petani juga membawa kembar mayang dalam upacara ini. Sesampainya di tepi sawah, hewan pengerat ini kemudian dilepaskan.

"Ini yang membedakan dengan mantu, kalau mantu tujuannya memperbanyak keturunan tapi kalau manten tikus ini bertujuan agar mereka tidak lagi menganggu tanaman petani," jelasnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Para petani percaya, jika tikus tidak diganggu mereka juga tidak akan mengganggu manusia. Upacara manten tikus ini merupakan salah satu bentuk menghormati keberadaan tikus.

Petani berharap usai menggelar upacara ini, tikus mau keluar dari sarangnya dan tidak lagi merusak tanaman yang akan ditanam.

"Tikus ini merupakan hewan misterius. Jika tidak diganggu manusia maka tikus juga tidak akan mengganggu," pungkasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.