Minggu, 21 Jun 2026 01:02 WIB

Kapolri: Kerusuhan di Manokwari Papua Berawal dari Surabaya dan Malang

Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian di RS Bhayangkara Polda Jatim
Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian di RS Bhayangkara Polda Jatim

jatimnow.com - Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian angkat bicara soal kerusuhan yang terjadi di Manokwari, Papua Barat.

Tito menyebut jika kericuhan tersebut bermula dari perseteruan antara mahasiswa Papua dengan ormas di Malang dan Surabaya.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

"Ini memang di trigger dari adanya kejadian yang ada di Jatim, khususnya di Surabaya dan Malang. Ada aksi anarkis dan juga ada pemukulan massa. Ini kita sesalkan," kata Tito di RS Bhayangkara Polda Jatim, Senin (19/8/2019).

Menurutnya, selama ini para pemuda yang berasal dari Papua sudah lama di Pulau Jawa untuk bersekolah mencari ilmu. Dan jarang terjadi kerusuhan seperti yang terjadi di Manokwari saat ini.

"Selama ini masyarakat atau anak-anak adik-adik kita dari Papua itu sudah lama bersekolah mengejar ilmu pengetahuan di Jatim, Jateng, Jabar, Jakarta tidak ada masalah," jelas Tito.

Tito menyebut ada oknum tertentu yang memanfaatkan kerusuhan di dua kota tersebut untuk memicu kerusuhan yang lebih besar.

"Ada pihak-pihak yang mengembangkan. Kejadian yang ada di Surabaya dan Malang hanya peristiwa kecil semula. Yang sebetulnya sudah dilokalisir dan sudah diselesaikan oleh gubernur, Pangdam, dan Kapolda setempat," jelasnya.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Penyebaran hoaks dan informasi yang simpang siur di media sosial (medsos) menyebabkan warga Papua memanas. Sehingga kerusuhan tidak bisa lagi terhindarkan.

"Harusnya gak perlu terjadi. Kemarin memang ke trigger gara-gara ada kesalapahaman. Kemudian muncul hoaks mengenai ada kata yang kurang etis dari oknum tertentu. Ada juga gambar seolah adik-adik kita dari Papua meninggal. Ini berkembang di Manokwari kemudian terjadi mobilisasi massa," terangnya.

Tito meminta kepada masyarakat yang ada di Manokwari agar tidak terpancing dengan hoaks dan informasi-informasi di medsos yang belum tentu kebenarannya.

Baca Juga: Natal di Yahukimo: Saat Topi Merah Marinir Warnai Senyum Bocah Papua

"Jadi saya pikir komunikasi perlu dijalin. Masyarakat jangan terpancing, baik yang di Papua maupun di luar Papua, jangan mau diadu domba atau terpancing, dengan informasi tidak benar," pesannya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.