Selasa, 16 Jun 2026 15:00 WIB

Polisi Tegaskan 43 Mahasiswa Papua di Surabaya Tidak Ditahan

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera

jatimnow.com - Kabar penahanan 43 mahasiswa Papua dari asrama Jalan Kalasan, Surabaya dibantah. Polisi menegaskan bahwa tidak ada mahasiswa Papua yang ditahan.

Mereka hanya diamankan agar tidak jadi korban amuk massa akibat dugaan bendera yang patah dibuang ke selokan.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

"Ada isu selentingan jika mahasiswa Papua masih ditahan di Polrestabes Surabaya. Kami tegaskan tidak ada penahanan, tidak ada penangkapan. Yang ada kita mengamankan 43 mahasiswa karena situasi kondisi dimana masyarakat dan beberapa OKP ormas akan masuk ke dalam asrama," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Senin (19/8/2019).

Menurutnya, pengamanan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrok antara mahasiswa Papua dengan para massa yang mengepung asrama.

"Kalau tidak diamankan akibatnya justru terjadi bentrokan antara masyarakat dengan mahasiswa. Sehingga kita amankan 43 mahasiswa tersebut dan malam harinya sudah dikeluarkan," ujarnya.

Puluhan mahasiswa yang diamankan oleh kepolisian telah dipulangkan ke asrama lantaran tidak ada tindak pidana yang ditemukan. Untuk kasus perusakan bendera masih dalam penyelidikan kepolisian.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

"Mereka sudah boleh pulang. Karena tidak ada tindak pidana yang sampai sekarang kita belum menemukan walaupun Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan," tukasnya.

Sebelumnya, 43 mahasiswa Papua dibawa ke Polrestabes Surabaya, Sabtu (17/8). Mereka dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk kepentingan pemeriksaan terkait dugaan pengerusakan bendera yang dilakukan oknum mahasiswa.

 

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.