Sabtu, 20 Jun 2026 05:02 WIB

Forensik: Saat Dibuang di Tempat Sampah Banyuwangi, Bayi Masih Hidup

Lokasi pembuangan bayi di Banyuwangi
Lokasi pembuangan bayi di Banyuwangi

jatimnow.com - Orok bayi perempuan yang dibuang di tempat penampungan sampah (TPS) Pasar Blambangan, Banyuwangi diuji forensik. Hasilnya, bayi malang tersebut saat dibuang dalam keadaan hidup.

Tim Forensik RSUD Blambangan, dr Solahudin menyatakan bahwa bayi perempuan yang dibuang di TPS Pasar Blambangan Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, masih hidup saat dibuang.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

Baca juga: Warga Banyuwangi Geger Orok Bayi Perempuan Dibuang di Tempat Sampah

Bayi perempuan itu diduga meninggal akibat kekurangan pasokan oksigen selama kurang lebih 24 jam pada waktu ditemukan warga, sekitar pukul 15.00 Wib, Kamis (8/8/2019).

"Dari hasil pemeriksaan yang jelas bayi itu pada waktu dilahirkan sempat menghirup udara. Karena kita temukan paru-parunya sudah mengapung, itu berarti sudah terisi udara (hidup)," katanya, Sabtu (10/8/2019).

Dari hasil uji forensik, jelas dr Solahudin, menyebut akibat terjadi asfiksia atau terhambatnya pasokan oksigen ke dalam saluran pernafasan.

Sehingga, karbon dioksida yang mestinya keluar dari dalam tubuh terhambat dan menjadi penyebab kematian bayi yang diduga dibuang oleh orangtuanya.

"Saluran pernafasannya tertutup. Bisa jadi akibat tertutup kain selendang yang menutup hidungnya," ungkapnya.

Baca Juga: Penemuan Bayi di Pinggir Sawah Gegerkan Warga Ngasem Kediri, Begini Kondisinya

Solahudin menambahkan, sesuai pemeriksaan medis diperkirakan usia bayi tersebut belum genap 24 jam saat ditemukan warga.

Proses persalinannya pun berdasarkan hasil pemeriksaan, tali pusar pada orok bayi tidak dipotong oleh tenaga kesehatan.

"Pertama panjang tali pusar 35 cm, ujung potongan tali pusar serong dan tidak rata. Itu berarti bukan hasil potongan tenaga kesehatan," terangnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Banyuwangi, Ipda Nurmansyah mengaku jika kasus ini dalam tahap penyelidikan aparat sejak sehari selang penemuan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Kini, petugas tengah memburu pelaku pembuang bayi yang sempat menggegerkan warga di Kelurahan Lateng Pasar Blambangan itu.

"Kami masih melakukan penyelidikan," kata Ipda Nurman.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.