Selasa, 16 Jun 2026 16:41 WIB

Perajin Bendera dan Umbul-umbul Tulungagung Mulai Kebanjiran Pesanan

Perajin bendera dan umbul-umbul di Tulungagung mengerjakan pesanan
Perajin bendera dan umbul-umbul di Tulungagung mengerjakan pesanan

jatimnow.com - Memasuki bulan Agustus, para perajin bendera dan umbul-umbul di Kabupaten Tulungagung mengaku kebanjiran orderan. Jumlah orderan meningkat hingga 20 persen dibanding bulan sebelumnya.

Meski begitu, bila dibandingkan tahun lalu, secara total, pesanan tahun ini menurun 10 persen. Banyaknya event yang membutuhkan bendera dan umbul-umbul sebelum bulan ini ditengarai menjadi salah satu penyebabnya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Imam Safii salah satu perajin bendera dan umbul-umbul mengatakan, jumlah orderan tahun ini sudah mulai mengalami kenaikan sejak pertengahan bulan Juli 2019. Selain untuk memenuhi kebutuhan di tingkat lokal, pesanan ini juga datang dari sejumlah daerah seperti Kediri, Blitar, Nganjuk dan Trenggalek.

Umbul-umbul bermotif Burung Garuda paling diminatiUmbul-umbul bermotif Burung Garuda paling diminati

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Jumlah pesanan dari luar daerah meningkat, tapi untuk tingkat lokal cenderung menurun," kata Imam, Minggu (4/8/2019).

Sebelum Agustus, sudah banyak yang memesan bendera maupun umbul-umbul sehingga kondisinya masih bagus dan layak digunakan. Hal itu memicu kebutuhan bendera dan umbul-umbul untuk Peringatan HUT Kemerdekaan RI di bulan Agustus menurun.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Umbul-umbul model klasik banyak diminati masyarakat tahun ini. Model tersebut hanya berwarna merah putih tanpa ada tambahan sablon burung garuda. Imam menjual bendera dan umbul-umbul ini dengan harga yang relatif terjangkau, mulai Rp 10 ribu hingga Rp 130 ribu.

"Tergantung ukuran, semakin besar tentu semakin mahal," jelasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.