Jumat, 12 Jun 2026 04:07 WIB

BNN Sebut Banyuwangi Jadi Pilot Project Daerah Anti Narkoba

Pertemuan BNN dan Pemkab Banyuwangi
Pertemuan BNN dan Pemkab Banyuwangi

jatimnow.com – Kabupaten Banyuwangi disiapkan menjadi pilot project daerah yang bersih dari narkoba (Bersinar) oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

Rencana tersebut terungkap dalam pertemuan antara Brigjen Purwo Cahyoko, Direktur Informasi dan Edukasi Deputi Bidang Pencegahan BNN dengan Yusuf Widyatmoko Wakil Bupati Banyuwangi, Kamis (1/8/2019).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Purwo mengatakan bahwa bersih dari narkoba ini sangat penting bagi Banyuwangi. Mengingat sebagai daerah yang telah menjelma menjadi tujuan wisata nasional, bahaya peredaran narkotika mengintai. Selain itu, dari sisi geografis Banyuwangi dekat dengan Bali.

"Bandara Banyuwangi telah menjadi bandara internasional. Sehingga banyak sekali pintu untuk memasuki Banyuwangi, mulai darat, udara, bahkan laut. Dengan posisi semacam itu, bukan tidak mungkin bahaya narkoba akan mengintai," katanya.

"Untuk itu kita wajib waspada. Sangat disayangkan jika daerah yang tengah maju pesat tiba-tiba ada bahaya narkoba. Karena itu kita akan bersama-sama membentengi dengan menjadikan Banyuwangi sebagai daerah pilot project anti narkoba," imbuhnya.

Sebagai syarat menjadi daerah bersih narkoba, lanjut Brigjen Purwo, desa-desa yang ada di Banyuwangi harus dibersihkan dari narkoba. Caranya, BNN akan mengajak pemkab untuk turun ke desa-desa dan membentuk relawan-relawan anti narkoba.

"Di desa-desa, kami akan membentuk relawan-relawan anti narkoba yang diawali dari ketahanan diri di keluarga dan lingkungan. Kalau desa-desa sudah bersih dari narkoba, secara otomatis Banyuwangi sudah siap menjadi kota bersih narkoba," jelasnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko menyambut positif rencana BNN yang akan menjadikan daerah anti narkoba.

"Menurut saya ini pas dengan Banyuwangi. Karena saat ini kita tahu Banyuwangi sedang tengah berbenah dari segala aspek salah satunya menggenjot daerahnya dari bidang parwisata. Ini sangat rentan dengan yang namanya narkoba. Dengan rencana BNN ini, kami siap bersinergi," katanya.

Salah satu langkah yang akan dilakukan, pemkab akan melakukan sosialisasi anti narkoba terlebih dahulu. Seiring dengan itu, pemkab akan membentuk relewan-relawan anti narkoba di desa-desa.

"Kami bersinergi dengan tiga pilar, mulai dari bhabinkamtibmas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat untuk sosialisasi dan melakukan pengawasan. Narkoba ini adalah masalah kita bersama, sehingga penanganannya harus dilakukan secara kolaboratif. Tidak bisa sendiri," pungkasnya.

Baca Juga: BNN Integrasikan Materi Anti Narkoba di Kurikulum Baru

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.