Jumat, 12 Jun 2026 01:53 WIB

Gudang Penyimpanan Jamu Ilegal di Blitar Digerebek

  • Penulis : CF Glorian
  • | Kamis, 01 Agu 2019 12:33 WIB
Penggerebekan gudang jamu ilegal di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar digerebek
Penggerebekan gudang jamu ilegal di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar digerebek

jatimnow.com - Gudang penyimpanan jamu-jamu ilegal di Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar digerebek. Dari penggerebekan itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surabaya menyita puluhan kardus berisi jamu ilegal.

Penggerebekan itu dilakukan BPOM pada Rabu (31/07/2019). Dari kardus-kardus yang disita, ditemukan ratusan botol jamu ilegal. Gudang itu digerebek setelah petugas BPOM mendapat temuan jamu ilegal yang dijual di sebuah toko.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

"Kami awalnya menemukan di toko. Kemudian kami lakukan pengembangan kemudian kami temukan di gudang," kata Plt Kabid Penindakan BPOM di Surabaya, Amanah, Kamis (1/8/2019).

Ratusan botol jamu siap minum yang ditemukan di gudang itu dimuat dalam satu truk. Truk beserta isinya itu kemudian dibawa ke Surabaya untuk diperiksa lebih lanjut kandungan di dalamnya. Menurutnya, jamu yang dijual bebas tersebut tidak memiliki izin edar karena tidak terdaftar di data base BPOM dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

"Ini melanggar izin edar. Ada ancaman pidananya. Kalau tidak terdaftar, nanti bagaimana kalau merugikan masyarakat? Nanti kita tidak bisa telusuri produsennya," ungkapnya.

Ia menambahkan, BPOM akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mencari keberadaan produsen jamu-jamu tersebut. Produsen diduga telah melanggar Pasal 197 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Sementara, pemilik gudang Hendri Hernawan mengaku tidak mengetahui asal muasal jamu tersebut. Ia hanya membeli dari salesman yang berkeliling menawarkan jamu.

"Kata salesnya, jamu ini aman. Kalau tahu gini, saya ndak akan jual lagi," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.