Selasa, 16 Jun 2026 18:25 WIB

Melihat dari Dekat Permainan Tradisional Para Siswa SD di Tulungagung

Dengan ceria dan semangat, para siswa SDN 2 Bandung, Tulungagung memainkan permainan tradisional
Dengan ceria dan semangat, para siswa SDN 2 Bandung, Tulungagung memainkan permainan tradisional

jatimnow.com - Ada yang berbeda dengan aktivitas siswa SDN 2 Bandung, Kabupaten Tulungagung saat jam istirahat berlangsung, Senin (29/7/2019). Keseruan terlihat saat anak-anak ini mengisi waktu istirahatnya dengan dolanan atau permainan tradisional.

Permainan tradisional yang mereka mainkan antara lain congklak, bola bekel, lompat tali hingga cublak cublak suweng. Didampingi sebuah kelompok mahasiswa, mereka tampak ceria dan semangat memainkan permainan tersebut.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Ketua kelompok mahasiswa, Angga Prasetyo menuturkan, kegiatan tersebut berawal dari keresahan mereka atas dampak penggunaan gadget pada anak. Selama ini, mayoritas siswa di sekolah mengisi kegiatan di rumah dengan bermain gadget. Hal itu memberikan banyak dampak negatif dan membuat anak mengalami kecanduan.

"Kita mengajak siswa di sini untuk kembali memainkan permainan tradisional yang lama tidak mereka mainkan," ujar Angga.

Salah satu permainan tradisional dimainkan para siswa SDN 2 Bandung, TulungagungSalah satu permainan tradisional dimainkan para siswa SDN 2 Bandung, Tulungagung

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Sekolah pun menyambut positif ide tersebut. Para siswa memainkan permainan tersebut di halaman sekolah saat jam istirahat. Evi Diah Susanti, seorang guru mengatakan, sebenarnya permainan tradisional ini sudah masuk dalam Kurikulum 2013 dan berlaku hingga saat ini.

Selain bisa mengurangi dampak ketergantungan gadget, permainan ini juga melatih pertumbuhan dan perkembangan siswa mulai dari fisik dan saraf motorik. Siswa juga bisa belajar saling bekerjasama dan melatih mental.

"Rencananya permainan ini akan kita lakukan setiap jam istirahat selama 5 hingga 10 menit," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Permainan tradisional ini juga menarik minat para siswa. Salah seorang siswa Mohammad Faul Pratama mengaku senang bisa bermain bersama teman-temannya. Selama ini, Faul banyak menghabiskan waktunya dengan bermain gadget di rumah. Setelah mengenal permainan tersebut, siswa kelas VI ini akan berjanji mengurangi bermain gadget.

"Bermain permainan tradisional ini bisa berkeringat dan punya banyak teman," ujarnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.