Jumat, 19 Jun 2026 18:13 WIB

Gunakan Medan Listrik, Doktor Fisika Kampus ini Teliti Kanker Otak

Anis Nismayanti disertasi di ITS
Anis Nismayanti disertasi di ITS

jatimnow.com - Anis Nismayanti berhasil melakukan penelitian mengenai terobosan pengembangan teknologi yang memanfaatkan medan listrik sebagai metode pengobatan kanker otak.

Penelitian tersebut menjadikan Anis sebagai Doktor Ilmu Fisika pertama yang mengangkat topik fisika medik dalam disertasinya di Departemen Fisika, Fakultas Sains, Institut Teknologi Seputuh Nopember (ITS), Senin (29/7/2019).

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Anis dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude setelah digelar sidang terbuka promosi doktor yang dipimpin oleh Hamzah Fansuri di Ruang Theater B Departemen Fisika ITS.

Disertasinya sendiri berjudul Wire Mesh Tomografi untuk Kuantifikasi Distribusi Intensitas Medan Listrik Pada Sistem Perencanaan Terapi Ecct (Electro Capacitive Cancer Therapy) Pada Kanker Otak.

Anis mengatakan bahwa selama beberapa dekade terakhir, kanker telah menjadi salah satu penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit kardiovaskular. Namun, pengobatan kanker yang sudah ada baik melalui operasi, radioterapi ataupun kemoterapi masih belum optimal.

"Karena pengobatan kanker tersebut menimbulkan efek samping negatif dan berdampak sangat kuat terhadap pasien, sehingga dapat menimbulkan komplikasi yang mengakibatkan kesakitan dan kematian," ulas ibu tiga anak ini.

Metode pengobatan kanker yang memanfaatkan medan listrik yang dikenal dengan Elecro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT) menjadi terobosan baru dalam pengembangan teknologi pengobatan kanker, karena aman dan efektif ketika diterapkan pada kultur sel, model kanker hewan.

"Sehingga dapat menghambat proses pembelahan sel kanker dan menghancurkan sel kanker ketika sel tersebut membelah diri," papar perempuan kelahiran 1984 ini.

Anis yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah ini mengatakan bahwa kunci keberhasilan ECCT adalah perhitungan dan pengukuran distribusi medan listrik secara akurat di daerah tumor atau terapi.

Namun sejauh ini masih belum ada metode yang cukup akurat untuk melakukan hal tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Dini Kebakaran Listrik

"Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan solusi permasalahan tersebut," ujar perempuan berhijab ini.

Wire Mesh Tomography (WMS), menurut Anis, memiliki fitur yang menonjol untuk mengukur distribusi medan listrik sebagai validasi simulasi numerik di Treatment Planning System (TPS) atau sistem perencanaan terapi ECCT.

Sehingga sensor ini menjadi pilihan untuk mendapatkan secara presisi dan akurat intensitas medan listrik pada tiap titik persilangan kawat dalam bentuk tomografi dua dimensi dengan menggunakan sebuah fantom, yakni sebuah alat yang menyerupai jaringan tubuh khususnya kepala dengan sel kankernya secara tiga dimensi.

Sampai saat ini, WMS yang digunakan untuk mendeteksi sebaran ukuran bubble dalam aliran fluida ini memiliki kelemahan saat ada sumber tegangan luar lain yang diberikan pada sistem, sehingga menyebabkan pembacaan sinyal pada kawat receiver terganggu.

Anis menghadirkan metode baru untuk mendapatkan data pengukuran dengan menjadikan semua cabang kawat bertindak sebagai receiver dan pembacaan data tiap titik persilangan kawat diselesaikan dengan rekonstruksi.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

Perempuan asal Palu yang sudah melakukan penelitian ini sejak 2015 tersebut membuat rekonstruksi citra menggunakan algoritma bilinear interpolasi untuk kuantifikasi distribusi intensitas medan listrik pada jaringan tubuh manusia tiruan.

"Sehingga WMS yang ditanam pada fantom akan mendapatkan kuantifikasi distribusi intensitas medan listrik pada alat terapi kanker ECCT. Sehingga sistem perencanaan terapi ECCT lebih optimal," ujarnya.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.