Rabu, 10 Jun 2026 10:33 WIB

Coffee Processing Festival, Banyuwangi Tingkatkan Daya Saing UMKM

Bupati Anas mencoba membuat kopi
Bupati Anas mencoba membuat kopi

jatimnow.com - Pemkab Banyuwangi ajeg menggelar pelatihan pengolahan kopi.

Tahun ini, puluhan pelaku usaha kopi dilatih untuk ditingkatkan kualitasnya, mulai dari pengolahan hingga pengemasan produk agar siap memasuki industri kopi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Pelatihan yang dikemas dalam Coffee Processing Festival ini digelar di Rumah Kreatif Banyuwangi, Kamis (25/7/2019). Para peserta mengaku memanfaatkan pelatihan ini untuk menambah wawasan mereka.

Salah satunya adalah Ibu Suhatin, pengusaha kopi asal Kalibaru, Banyuwangi. Dia mengaku telah mendapatkan manfaat dari pelatihan dan pendampingan yang dilakukan Dinas Peridustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Suhatin mengatakan berawal dari keprihatinan yang menjual biji kopi, kini dirinya memulai usaha kopi kemasan dan cafe. Saat itu, bijih kopi hasil kebunnya hanya dibeli seharga Rp 25 ribu per kilogram.

"Saya sedih, biji kopi saya hanya laku Rp 25 ribu per kilo. Setelah ikut pelatihan, saya mulai belajar mengolah dan menjemur sendiri. Saya dibimbing orang Disperindag, hingga cara pengemasannya. Misalnya kalau dijual ke cafe harus ukuran berapa, kalau untuk oleh-oleh ukuran berapa, semua diajarkan," kata Suhatin yang memiliki brand Kopi RDK (Rumah Durian Kalibaru).

Setelah mengikuti pelatihan, kini rata-rata per bulan Suhatin mampu menjual 100 kilogram lebih kopi. Satu kemasan bubuk kopi seberat 2 ons dijual seharga Rp 22 ribu. Artinya, harga bubuk kopi per kilo mencapai Rp 110 ribu.

"Alhamdulillah, dengan kemasan yang menarik dan tentunya cara mengolah yang lebih baik kini hasilnya jauh meningkat untuk dijual per kilogramnya," aku Suhatin.

Namun Suhatin belum puas. Tahun ini dia kembali mengikuti Coffee Processing Festival untuk belajar hallain yang belum dia kuasai.

"Saya mengikuti festival ini untuk belajar membuat cappuchino. Sebab, beberapa hari lalu ada rombongan turis ke cafe saya. Mereka ingin minum cappuchino tetapi saya tidak tahu caranya. Makanya saya belajar agar ke depan bisa membuat cappuchino sehingga tidak ada lagi pengunjung yang balik," terangnya.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan usaha dan industri berbasis kopi tumbuh pesat di Banyuwangi sejak beberapa tahun terakhir.

Pemkab pun berupaya hadir untuk mendorong para pelaku usaha berbasis kopi naik kelas agar daya saingnya meningkat.

Baca Juga: Gerai UMKM Segera Dibangun di Kawasan Gereja Merah Probolinggo

"Kenapa kopi? Karena kopi ada di sekitar kita. Itu keuntungan kita, kita bisa bebas memilih mengolah jenis apapun. Selain itu, dari hulu sampai hilir, value kopi sangat tinggi," ujarnya saat membuka Coffee Processing Festival.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya setiap tahun menggelar festival yang berkaitan dengan kopi untuk mengungkit sektor kreatif di Banyuwangi. Hasilnya, pelaku usaha kopi di banyuwangi tumbuh pesat.

"Jumlah UMKM kopi di Banyuwangi sendiri terus tumbuh pada 2013 jumlahnya tidak sampai 10, namun sekarang sudah mencapai lebih dari 40 UMKM. Kafe yang menyajikan kopi juga mulai menjamur di penjuru kabupaten. Untuk itu kami juga mengajak puluhan pelajar di pelatihan ini, upaya untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur di kalangan mereka mengingat potensi bisnis kopi yang trennya positif," ujarnya.

Anas menambahkan, Pemkab Banyuwangi telah memiliki klinik kopi. Klinik tersebut dilengkapi sejumlah peralatan pemrosesan kopi.

Ke depan, kata Anas, pemkab akan membantu menyediakan alat-alat kopi berdasar cluster.

"Sehingga pelaku usaha yang tidak punya dana untuk investasi peralatan, bisa dibawa ke klinik kopi. Selain itu, anak-anak dengan mudah dan cepat bisa menjadi wirausahawan kopi," ujarnya.

Baca Juga: Modal Usaha ACC Danaku Dongkrak Omzet Kuliner di Surabaya

Selama mengikuti pelatihan selama tiga hari ini, para peserta akan mendapatkan sejumlah materi tentang memproses hingga pengemasan kopi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, dan Setiawan Subekti, pelaku usaha kopi asal Banyuwangi.

Bahkan juga ada kelas barista yang mendatangkan barista nasional Muhammad Agha.

"Saya akan mengajari barista untuk meningkatkan kualitasnya. Karena menurut saya seiring dengan perkembangan Banyuwangi, baristanya pun harus punya kapasitas yang berskala nasional. Jadi nanti saya akan sharing materi soal kompetisinya, mungkin ini bisa menjadi inspirasi bagi barista disini," kata Agha.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.