Senin, 15 Jun 2026 21:25 WIB

Psikolog Dilibatkan Tangani Pelajar Tulungagung dengan Seks Menyimpang

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Mochamad Mastur
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Mochamad Mastur

jatimnow.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi untuk membahas kasus penyimpangan orientasi seksual yang didominasi para pelajar.

Dari data Dinkes Tulungagung, terdapat 498 orang yang mengalami penyimpangan orientasi seksual lelaki sex lelaki (LSL). Dari jumlah tersebut sebanyak 60 persen merupakan anak usia pelajar dengan umur 11 hingga 20 tahun.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tulungagung Mochamad Mastur menjelaskan, pertemuan itu diikuti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Komisi Perlindungan Anak dan Kemenag setempat. Mereka merumuskan strategi untuk menekan angka penyimpangan orientasi seksual pada pelajar tersebut. Fenomena itu mendapat perhatian langsung dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Efendi.

"Memang memprihatinkan, tapi faktanya, ini terjadi di Tulungagung," kata Mastur, Rabu (24/7/2019).

Baca juga:  Dinkes: Penyimpangan Seksual di Tulungagung Didominasi Pelajar

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Dalam pertemuan tersebut, Dinkes meminta Dinas Pendidikan melalui sekolah untuk menambah porsi pendidikan seksual. Pihak sekolah diharapkan bisa mendetekai siswa yang cenderung mengalami penyimpangan orientasi seksual. Setelah terindikasi pihak Dinas Kesehatan akan menyiapkan psikolog untuk memberikan konseling dan pendampingan. Keluarga juga akan dilibatkan dalam proses ini.

"Jika masih belum berhubungan badan, masih bisa disembuhkan. Ini yang akan menjadi konsentrasi kami," jelasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Selain itu, aktivitas Forum Anak Desa juga akan digiatkan kembali. Melalui forum tersebut diharapkan anak akan mengisi aktivitas dengan kegiatan positif. Peran orangtua dalam mengawasi anak diharapkan bisa intensif. Sebab orang tua sangat berperan dalam pembentukan pribadi anak.

"Orang tua harus ikut mengawasi anaknya dan tahu dengan siapa saja anak bergaul," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.