Rabu, 17 Jun 2026 09:42 WIB

Kekeringan, Puluhan Hektar Sawah di Mojokerto Gagal Panen

Petani di Mojokerto gagal panen akibat kekeringan
Petani di Mojokerto gagal panen akibat kekeringan

jatimnow.com - Puluhan hektar sawah di Desa Wates Projo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Kekeringan ini menyebabkan petani gagal panen padi.

Kekeringan yang melanda sejak satu bulan lalu itu diakibatkan tidak adanya aliran air di sawah sehingga menyebabkan tanah retak-retak dan matinya tanaman padi.

Baca Juga: Ratusan Hektare Lahan Padi dan Jagung di Jember Diserang Hama Tikus

"Padi di sini berusia satu hingga dua bulan ini kini dalam keadaan mengering akibat tidak teraliri air sebulan terakhir," kata Ahmad, salah satu petani, Jumat (19/7/2019).

Untuk mengairi sawah, petani harus menggunakan mesin diesel agar bisa mengambil dari sumber air sumur bor. Tapi, tidak semua area sawah bisa dialiri air dengan mesin diesel, karena tidak terpasang pipa untuk mengaliri sawah.

"Ya memang harus menggunakan diesel untuk mengairi air ke sawah. Tidak semua sawah dialiri air. Saya sama tetangga masih berusaha tapi yang lain dibiarkan mati," ungkapnya.

Petani harus mengeluarkan biaya tambahan setiap hari untuk membeli bahan bakar solar untuk mesin diesel agar bisa mengairi sawah.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Setiap hari kita mengeluarkan biaya tambahan Rp 50 ribu untuk beli solar. Kemungkinan keringnya air disebabkan tidak berfungsinya dam toros yang biasanya digunakan untuk mengalirkan air dari Sungai Brantas," ujarnya.

Dirinya berharap agar pemerintah segera memperbaiki kepada Pemkab Mojokerto.

"Kami juga mengeluarkan biaya tambahan seperti pengolahan lahan, persemaian benih, hingga tenaga perawatan dan pemupukan. Harapannya, agar pemerintah bisa membantu meningkatkan air irigasi," pungkasnya.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.