Rabu, 17 Jun 2026 06:02 WIB

Ciduk 8 Pasangan di Kamar Kos, Petugas Temukan Alat Kontrasepsi

Pasangan yang terciduk diamankan di kantor Satpol PP Mojokerto
Pasangan yang terciduk diamankan di kantor Satpol PP Mojokerto

jatimnow.com - Petugas gabungan menjaring 8 pasangan bukan suami istri dalam razia yang dilakukan di beberapa rumah kos.

Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heriyana Dodik Murtono mengatakan razia ini digelar karena diduga ada pelanggaran Perda (Peraturan Daerah) dan Trantibmas.

Baca Juga: TNI-Polri Geledah Blok Hunian Wanita di Rutan Probolinggo

"Hasil razia ada 8 pasangan yang kami bawa ke kantor. Rata-rata mereka tidak bisa menunjukkan identitas seperti surat nikah dan KK (Kartu Keluarga)," kata Dodik, Rabu (17/7/2019).

Delapan pasangan itu dijaring dari beberapa rumah kost yang berada di Kota Mojokerto. Di salah satu rumah kost yang berada di Jalan Tribuana Tunggadewi petugas gabungan berhasil menjaring 4 pasangan yang berada di dalam kamar.

"Kami bersinergi dengan Polres Mojokerto Kota, Denpom dan BNN Kota Mojokerto karena peredaran narkoba dari pihak berwenang diindikasikan meningkat," ujarnya.

Saat razia petugas gabungan menemukan alat kontrasepsi yang berserakan di salah satu kos yang berada di Jalan Prapanca, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Kami temukan alat kontrasepsi yang berserakan di rumah kost yang ditempati pasangan itu. Selanjutnya 8 pasangan itu kami bawa ke kantor untuk dilakukan pembinaan dan pendataan," tegasnya.

Razia ini sempat diprotes oleh salah satu perempuan yang tidak bisa menunjukkan identitas karena ada beberapa pasangan yang tidak dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Mojokerto.

"Kenapa saya saja yang dibawa kok yang lainnya tidak dibawa. Jangan gitu pak," kata ibu 1 anak ini.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.