Selasa, 16 Jun 2026 15:03 WIB

Anas Minta Kadesnya Bikin Inovasi Pengembangan Ekonomi Rakyat

  • Penulis :
  • | Senin, 16 Apr 2018 17:47 WIB
Bupati Anas saat memotivasi para kades se Banyuwangi
Bupati Anas saat memotivasi para kades se Banyuwangi

jatimnow.com- Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas terus memotivasi kepala desa untuk terus berinovasi.

Anas menargetkan setiap kades harus bisa berinovasi menciptakan satu program pengembangan ekonomi rakyat, peningkatan pelayanan publik, dan membuat peraturan desa tentang tata ruang.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Anas mencontohkan program pengembangan ekonomi rakyat seperti desa wisata. Namun, Anas menggarisbawahi, desa wisata yang dimaksud adalah desa wisata yang bisa mengangkat potensi lokalnya.

Potensi tersebut kemudian dikemas menjadi sebuah atraksi yang menarik bagi wisatawan.

"Bukan sekadar desa wisata artifisial, bukan desa wisata yang bersolek dari cat fisiknya saja. Namun, desa yang bisa "mengecat" kehidupan dan kekayaan lokalnya untuk bisa dinikmati wisatawan," jelas Anas di hadapan 52 kepala desa saat Bimtek Peningkatan Kapasitas di Banyuwangi, Senin (16/4/2018). 

Desa wisata tersebut, kata Anas, minimal harus bisa mengintegrasikan sektor pertanian, kekhasan kulinernya dan hunian setempat yang berkonsep homestay. 

Bahkan, ia juga meminta menumbuhkan pasar rakyat yang khas untuk melengkapinya. Ia mencontohkan di Desa Kemiren yang sudah jalan dengan pasar kuliner tradisionalnya setiap minggu.

“Kalau ini jalan, saya yakin bisa mendorong ekonomi desa. Itu hanya salah satu contoh pengembangan ekonomi rakyat. Tentu selain desa wisata ada banyak program lainnya sesuai karakter masing-masing desa,” imbuh Anas.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Anas juga meminta kades membuat Peraturan Desa (perdes) tentang Tata Ruang. Hal itu sangat penting untuk menjaga pengembangan desa agar tidak salah arah ke depan.

“Desa harus mengatur bangunan yang di sempadan jalan, termasuk juga alih fungsi lahan harus diatur. Ini semua untuk menjaga kemajuan desa ke depan agar desa tetap hijau," kata Anas. 

Oleh karena itu, Anas meminta agar kepala desa terus memperkaya referensi untuk menumbuhkan inovasinya itu.

"Saya tahu setiap inovasi ada resiko, tapi itu adalah bagian dari tanggung jawab kita untuk memberikan kemanfaatan. Masyarakat butuh kades yang tidak text book, tapi kades yang cepat dan bisa ambil inovasi," pungkasnya.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

 

Penulis/editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.