Kamis, 18 Jun 2026 23:15 WIB

Cerita di Balik Terbunuhnya Sri yang Tengkoraknya Ditemukan Gosong

Wahyu (belakang), menantu tiri korban sekaligus otak pembunuhan dan pembakaran mayat korban
Wahyu (belakang), menantu tiri korban sekaligus otak pembunuhan dan pembakaran mayat korban

jatimnow.com - Pemicu pembunuhan dan pembakaran terhadap Sri Astutik (55) asal Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, yang tengkorak kepalanya ditemukan di Ngoro, Mojokerto, akhirnya terungkap.

Otak pembunuhan terhadap Sri adalah Wahyu Hermawan asal (25) asal Desa Entalsewu, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, yang merupakan menantu tiri Sri. Dalam aksinya, Wahyu dibantu Sugeng (23), warga Desa Sugeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M Solikhin Fery mengatakan, korban dibunuh dengan cara dijerat lehernya menggunakan sabuk pengaman mobil. Peristiwa itu terjadi saat Wahyu mengantar Sri ke orang pintar menggunakan mobil rental.

"Leher korban dijerat dengan safety belt (sabuk pengaman) mobil sebanyak dua kali dengan durasi 5 menit oleh pelaku (Wahyu Hermawan)," ungkap Fery, Rabu (2/7/2019).

Baca juga: 

Setelah Sri tewas, lanjut Fery, Wahyu merampas semua barang berharga milik mertua tirinya itu, antara lain anting, gelang, jam tangan dan handphone. Setelah itu, Wahyu membawa mayat Sri ke pekarangan kosong di Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Setelah korban meninggal, menantu tiri korban memanggil pelaku kedua (Sugeng) untuk membantu menghilangkan jejak dan mengambil harta benda korban," jelas mantan Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya.

Alumnus AKPOL tahun 2007 ini menambahkan, dua pelaku itu kemudian membakar mayat Sri ke pekarangan kosong tersebut hingga habis dan tingal tengkorak.

"Kedua tersangka membakar mayat korban dengan menggunakan bensin, ban bekas, kayu bakar dan rerumputan," jelas Fery.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Menurut Fery, sang menantu tiri sakit hati dengan ucapan korban selama ini yang membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain. Pemicu lain yaitu, sang menantu ingin menguasai harta mertuanya tersebut. Apalagi dari catatan kepolisian, Wahyu merupakan residivis kasus pencurian.

"Jadi untuk sementara, motif pelaku dalam pembunuhan itu adalah sakit hati dan ingin menguasai harta korban," tandas Fery.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.