Minggu, 21 Jun 2026 14:04 WIB

Nahkoda KM Arim Jaya Tenggelam di Perairan Madura Berpotensi Tersangka

Upaya pencarian korban KM Arim Jaya yang tenggelam di Perairan Madura beberapa waktu lalu
Upaya pencarian korban KM Arim Jaya yang tenggelam di Perairan Madura beberapa waktu lalu

jatimnow.com - Sepekan lebih pasca tenggelammnya KM Arim Jaya di perairan Madura, polisi masih belum menetapkan tersangka atas kecelakaan laut yang menewaskan 21 orang tersebut. Namun dari penyelidikan, polisi menyebut sang nahkoba berpeluang menjadi tersangka.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, penyelidikan atas kecelakaan laut itu dilakukan Polda Jatim bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

"(Kasus) sampai pada pemeriksaan saksi, nahkoda berpotensi untuk kita jadikan tersangka," tegas Barung, Kamis (27/6/2019).

Baca juga:  Gandeng KNKT, Polisi Selidiki Penyebab Tenggelamnya KM Arim Jaya

Baca Juga: Tim SAR Perluas Pencarian ABK MT Kusuma 1 yang Jatuh di Perairan Sampang

Namun status nahkoda kapal tersebut masih sebagai saksi dan terus menjalani pemeriksaan bersama lima orang lainnya.

"Ada lima yang diperiksa (sebagai saksi). Enam termasuk sang nahkoda," lanjutnya .

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

KM Arim Jaya yang dinahkodai oleh Arim, warga Desa Guwa-Guwa Kecamatan Ra'as, Kabupaten Sumenep berangkat dari Pelabuhan Gowa-gowa dengan mengangkut penumpang sekitar 60 orang, pada Senin (17/6/2019) lalu. Namun di tengah perjalanan antara Pulau Sapudi dan Pulau Giliyang, kapal mengalami musibah.

Hasil awal pemeriksaan bersama KNKT menyebutkan, ada unsur kelalaian hingga terjadi peristiwa nahas tersebut yang menyebabkan puluhan orang tewas. Kapal dinilai tidak memenuhi standar keselamatan lantaran kapal tersebut bukan diperuntukkan sebagai kapal penumpang.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.