Sabtu, 20 Jun 2026 19:03 WIB

PPDB 2019 SMP di Tulungagung Diwarnai Salah Tulis Titik Kordinat

Wali murid saat mengonfirmasi kesalahan penulisan titik kordinat dalam sistem zonasi PPDB 2019 SMP di Tulungagung
Wali murid saat mengonfirmasi kesalahan penulisan titik kordinat dalam sistem zonasi PPDB 2019 SMP di Tulungagung

jatimnow.com - Ratusan calon siswa baru di Tulungagung terancam tidak bisa bersaing dalam sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP sederajat tahun ini. Itu lantaran adanya kesalahan dalam penulisan titik kordinat dalam surat pengantar yang dikeluarkan sekolah asal.

Kesalahan penulisan titik kordinat tersebut membuat lokasi rumah para calon siswa baru SMP lebih jauh dan di luar jarak zonasi yang sudah ditetapkan.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Salah satu dampaknya dialami Ana, calon wali murid di SMPN 3 Tulungagung. Ia baru tahu saat dipanggil kembali oleh pihak sekolah. Ana dijelaskan terdapat kekeliruan penulisan titik kordinat yang dilakukan sekolah asal yaitu SDN Ringinpitu II. Saat dilakukan pengecekan, ternyata lokasi titik kordinat berada di wilayah pesisir selatan Tulungagung.

"Padahal aslinya jarak rumah saya dengan sekolah ini hanya 1,5 km saja," kata Ana, Kamis (20/6/2019).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Ana bersama calon wali murid lainnya kemudian melakukan perbaikan titik kordinat di sekolah asal. Titik kordinat ini dikeluarkan oleh sekolah dan menjadi acuan dalam sistem zonasi PPDB tahun ini. Jika titik kordinat berada sangat jauh dari sekolah yang dituju, dapat dipastikan calon siswa tidak akan diterima.

"Untung ini sudah dilakukan perbaikan, jadi masih bisa bersaing di sistem zonasi sekolah ini," jelasnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung Suharno mengaku menerima banyak laporan terkait kesalahan penulisan titik kordinat tersebut. Pihaknya juga sudah mengintruksikan kepada seluruh SD untuk melakukan perbaikan titik kordinat. Sebelumnya dinas sudah melakukan koordinasi dan sosialisasi terkait penulisan titik kordinat tersebut.

"Intinya jangan sampai siswa dirugikan. Ini sudah kita lakukan perbaikan," tegasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.