Sabtu, 20 Jun 2026 04:38 WIB

Dosen ini Bikin Aplikasi Kalkulator Kesehatan Kontrol Pola Makan

Permadina Kanah Arieska dengan aplikasi 'Kalkulator Kesehatan'
Permadina Kanah Arieska dengan aplikasi 'Kalkulator Kesehatan'

jatimnow.com - Tim Inovasi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Permadina Kanah Arieska membuat aplikasi 'Kalkulator Kesehatan' bertujuan membantu masyarakat dalam mengontrol pola makan.

"Aplikasi ini sudah bisa di-download di playstore secara gratis. Sesuai dengan tujuannya membantu masyarakat mengontrol pola makan, aplikasi ini mengusung tema Kalkulator Kesehatan, solusi preventif masalah kesehatan," katanya, Kamis (13/6/2019).

Baca Juga: Si Tarjo Permudah Izin Tata Ruang di Sidoarjo

Ia mengatakan selama lebaran, masyarakat menikmati segala jenis makanan setelah sebulan penuah berpuasa. Bila tidak mampu mengontrol makanan maka seseorang dapat mengalami ganguan pencernaan dan penyakit lainnya.

"Tren setelah puasa dan lebaran biasanya banyak masyarakat yang kurang bisa mengontrol pola makan. Semuanya dimakan sehingga mengalami shock perut. Efeknya mengundang banyak penyakit, sehingga aplikasi ini kami ciptakan untuk mengantisipasi itu," kata Kanah sapaan akrabnya.

"Tagline Kalkulator Kesehatan ini sesuai dengan program studi IKM yang lebih fokus pada preventif atau pencegahan. Aplikasi ini membantu masyarakat dalam mencegah timbulnya penyakit, dan bukan mengobati," imbuhnya.

Di dalam aplikasi ini, ada tiga panduan utama tentang kesehatan diantaranya status gizi, kebutuhan kalori, dan konsumsi air per hari.

Penggunaan ketiga standar kesehatan ini karena banyak dipakai atau dicari karena status gizi sebagai tindakan preventif menjaga berat badan, kebutuhan kalori panduan prenventif asupan makanan, dan kebutuhan air per hari dalam tubuh yang berbeda-beda.

"Masyarakat tinggal menghitung di aplikasi kalkulator kesehatan. Hasilnya, bisa langsung melihat kondisi kesehatan tubuhnya setiap saat dalam monitor handphone (HP)," katanya.

Dia mengatakan untuk men-download di playstore, cukup mudah yakni cukup mengetik kalkulator kesehatan toko digital hingga muncul gambar bentuk HP bernuansa pink.

Baca Juga: Airfeel, Perangkat Monitoring Cuaca dan Kualitas Udara Canggih Karya Unair

Selanjutnya jika diklik akan tampil 6 menu utama Kalkulator Kesehatan yakni Status Gizi, Kebutuhan Kalori, Konsumsi Air/Hari, Ebook, Tentang Kami, dan Kontak Kami.

"Pengguna aplikasi tidak hanya tahu kondisi kesehatannya, tapi juga diberi saran, bahkan bisa konsultasi melalui kontak wa. Ada pemahaman kesehatan agar pengguna lebih yakin bagaimana solusinya. Jadi aplikasi ini tak hanya pencegahan, sekaligus edukasi kesehatan," katanya.

Ia menjelaskan status gizi pada kalkulator kesehatan yang diterapkan di aplikasi ciptaannya itu khusus diterapkan untuk orang dewasa, di mana berdasarkan panduan WHO kriteria orang dewasa umur 20 tahun ke atas.

Cek status gizi membutuhkan data berat badan, tinggi badan pengguna. Hasil pengecekan ada tiga kategori kesehatan yakni kurus, normal, dan obesitas (kegemukan).

Baca Juga: Mahasiswi Unusa Latih Kader Sehat Wonokromo Bikin Makanan Pendamping ASI

Karena kebutuhan kalori membutuhkan data pengguna aplikasi yakni berat badan, tinggi badan, umur, dan jenis aktivitas yang dilakukan setiap hari. Begitu pula dengan konsumsi air per hari, selain berat badan dan tinggi badan juga data berapa lama beraktivitas, misalnya berapa lama berolah raga.

"Jika si pengguna kurang memahami istilah kesehatan yang digunakan, bisa mencari informasi secara lengkap pada menu EBook," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.