Jumat, 19 Jun 2026 02:28 WIB

Airfeel, Perangkat Monitoring Cuaca dan Kualitas Udara Canggih Karya Unair

Perangkat monitoring cuaca dan kualitas udara dengan sistem internet of things (IoT) bernama Airfeel. (Foto-foto: Humas Unair for jatimnow.com)
Perangkat monitoring cuaca dan kualitas udara dengan sistem internet of things (IoT) bernama Airfeel. (Foto-foto: Humas Unair for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim peneliti Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya berhasil ciptakan inovasi perangkat monitoring cuaca dan kualitas udara dengan sistem internet of things (IoT) bernama Airfeel.

Inovasi tersebut juga berhasil mendapatkan paten HKI (hak kekayaan intelektual) pada tahun 2021 lalu.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Ketua tim peneliti Prisma Megantoro, menjelaskan Airfeel merupakan suatu perangkat untuk mengukur kondisi cuaca serta kualitas udara, dilengkapi dengan berbagai sensor.

"Bisa untuk mengukur suhu, kelembaban udara, tekanan udara, kecepatan angin dan curah hujan. Juga dilengkapi tujuh sensor udara yang dapat mengukur polusi, seperti ozon, CO2, CO, hidrogen, metana, dan lainnya," jelas Prisma, Selasa (24/1/2023).

Alat ini juga dilengkapi dengan stasiun lapangan atau field station yang terdiri dari sensor-sensor dan kontroler yang hasil pengukurannya akan diunggah ke internet server serta base station untuk selanjutnya disimpan.

Perjalanan Penelitian

Airfeel terdiri dari empat seri. Seri pertama telah dirancang sejak tahun 2020, sebelum akhirnya mengalami berbagai perkembangan seperti saat ini.

“Penelitian ini berawal dari tahun 2020, yang digawangi oleh kami, para dosen pemula dan diketuai oleh saya sendiri,” tutur Prisma.

Seri pertama tersebut kemudian dikembangkan menjadi seri kedua dengan fungsi dan kegunaan yang lebih luas. Pengembangan itu kemudian diikuti dengan pendirian research center di FTMM UNAIR yang salah satunya berfokus pada visibility pembangkit listrik dengan energi terbarukan di Indonesia.

Kemudian seri ketiga mulai dikembangkan Tahun 2022. Dalam pengembangan itu, Airfeel mengalami penambahan sensor untuk mengukur O2, CO2, dan CO.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Seri ketiga itu sukses digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ACHD Unair di Sumenep, Madura. Sedangkan versi keempat akan terus dikembangan lagi secara lebih luas. Nantinya akan dilengkapi dengan versi android dan versi hardware,” kata Prisma.

Manfaat dan Kegunaan

Menurut Prisma, Airfeel ini menjadi alat yang sangat dibutuhkan untuk mengetahui kondisi cuaca serta kualitas udara sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari fenomena alam yang terjadi. Seiring dengan semakin tidak menentunya kondisi cuaca serta kualitas udara, khususnya di Surabaya.

“Pertama tentu saja karena penting untuk mengetahui kondisi kualitas udara di lingkungan kita. Oleh karena itu, percobaan pertama Airfeel waktu itu dilakukan di Unair Kampus C,” kata Prisma.

“Selain itu, monitoring cuaca dari perangkat Airfeel ini juga penting terutama terkait dengan pengetahuan kondisi cuaca dan perubahan iklim,” imbuhnya.

Baca Juga: BTN Gandeng UNAIR, Perkuat Literasi Finansial dan Ekosistem Kampus Digital

Secara luas, Airfeel dapat digunakan baik oleh akademisi, mahasiswa, masyarakat, maupun industri untuk mengukur kondisi cuaca dan kualitas udara di berbagai lokasi dan dalam berbagai kondisi.

“Jadi, manfaatnya banyak sekali. Di bidang keilmuan misalnya, dapat digunakan baik di bidang ilmu instrumentasi, lingkungan, kesehatan. Airfeel juga dapat digunakan untuk mengukur potensi energi angin dan energi surya,” papar Prisma.

Dosen FTMM Unair ini berharap, ke depan pengembangan Airfeel dapat terus dilanjutkan dengan berbagai penambahan inovasi dan sistem yang lebih canggih. Selain itu, alat ini dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat secara luas serta menarik minat industri.

“Saya harap, produk ini bisa menarik minat industri dan dapat digunakan sebagai alat-alat pendukung. Kedua, saya harap alat ini bisa digunakan secara meluas di masyarakat dan bisa mengembangkan kehidupan masyarakat seperti untuk keperluan pariwisata maupun lingkungan,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.