Kamis, 18 Jun 2026 05:53 WIB

Kiai Magetan Ajak Masyarakat Hormati Proses Gugatan Pilpres 2019 di MK

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 11 Jun 2019 10:16 WIB
Pengasuh Ponpes Miftah Nurul Huda Magetan, KH. Abdul Wahid
Pengasuh Ponpes Miftah Nurul Huda Magetan, KH. Abdul Wahid

jatimnow.com - Para ulama atau kiai di Kabupaten Magetan mengajak semua lapisan masyarakat mengikuti proses dan menerima hasilsidang gugatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Para kiai juga meminta semua pihak menahan diri agar kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 lalu di Jakarta tidak terulang.

Baca Juga: Dimanakah Ibukota Indonesia yang Sebenarnya?

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadi'in, KH. Lukman Hidayat menyebut, langkah Pasangan Calon Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melayangkan gugatan Pilpres 2019 ke MK, sudah benar, sehingga tidak perlu menggelar aksi seperti 21-22 Mei 2019 lalu.

"Sudah sesuai aturan dan seharusnya demikian. Tidak perlu ada aksi turun ke jalan," kata pimpinan ponpes yang berada di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan ini, Selasa (11/6/2019).

Kiai Lukman berharap, dengan adanya gugatan itu, para pendukung kedua kubu tetap mengedepankan perdamaian di Indonesia. Kedua pihak juga diharap bisa menerima apapun keputusan MK.

Pimpinan Ponpes Hidayatul Mubtadi'in, KH. Lukman HidayatPimpinan Ponpes Hidayatul Mubtadi'in, KH. Lukman Hidayat

Baca Juga: MBG dan Ujian Negara, dari Dapur Rakyat hingga Mahkamah Konstitusi

"Harus tetap diterima dengan lapang dada, apapun hasilnya. Harus tetap damai, tidak ada lagi kerusuhan seperti tanggal 21-22 Mei lalu," pintanya.

Hal senada disampaikan Pengasuh Ponpes Miftah Nurul Huda, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, KH Abdul Wahid. Menurutnya, sebagai Warga Negara Indonesia yang baik, seharusnya taat kepada hukum.

"Termasuk menghormati keputusan MK nantinya. Jangan sampai keputusan MK jika tidak sesuai ekpestasi, lalu membuat kerusuhan lagi," ungkapnya.

Baca Juga: MK Larang Polisi Pidanakan Wartawan, PFI: Kemenangan Besar Demokrasi

Kiai Abdul Wahid menambahkan, pada dasarnya, pemilu adalah pesta demokrasi yang seharusnya disambut dengan suka cita. Pascapemilu seharusnya tetap menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

"Meski berbeda pandangan politik, toh kita tetap tinggal di tanah air yang sama. Jaga perdamaian itu jauh lebih penting dibanding lainnya," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.