Rabu, 17 Jun 2026 03:41 WIB

Sungai Lereng Raung Alirkan Lumpur hingga Berdampak ke Selat Bali

  • Penulis :
  • | Jumat, 13 Apr 2018 14:58 WIB
Polisi Songgon bersama warga tinjau penyebab banjir lumpur.
Polisi Songgon bersama warga tinjau penyebab banjir lumpur.

jatimnow.com - Aliran sungai yang berasal dari lereng Gunung Raung yang mengalirkan lumpur bercampur tanah, ternyata berdampak hingga ke daerah hulu yang berada di wilayah Kecamatan Blimbingsari.

Dulunya, aliran air yang berada di Sungai Badeng, Kecamatan Songgon, jernih. Namun, sudah 7 bulan lebih ini berubah warna menjadi cokelat kemerahan. Aliran air itu terus mengalir ke Sungai Bati, Kecamatan Singojuruh yang bermuara di Selat Bali.

Baca Juga: PMI Surabaya Galang Donasi Kemanusiaan lewat Bulan Dana 2026

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharram Suryadi menjelaskan, material tersebut berasal dari longsoran di Bukit Pendil kawasan Gunung Raung.

Material itu masuk ke daerah aliran sungai (DAS) Badeng dan anak-anak sungai hingga ke daerah hulu.

Dari pantauan peta satelit, diketahui bahwa di daerah hulu telah terjadi longsor yang diakibatkan pergeseran tanah dengan kemiringan 45 derajat.

Diperkirakan, pergerakan tanah tersebut juga merusak tanah seluas 100 meter persegi di kawasan hutan lindung, dengan pohon-pohon besar berdiameter lebih dari 1 meter turut ambrol. 

Titik lokasi longsor tersebut terjadi di bukit perbatasan Situbondo-Banyuwangi atau di radius 3 kilometer wisata air terjun Telunjuk Raung di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, dan masuk kawasan Banyuwangi 

"Awal September 2017, dianggap ada longsoran kecil seperti yang biasa terjadi di Sungai Badeng. Januari warga mulai berpikir, kok tidak berhenti. Lalu warga memastikan bahwa yang terseret adalah material lumpur dari longsoran yang berasal dari gerakan tanah di Gunung Pendil," kata Eka di Banyuwangi, Jumat (13/4/2018).

Akibatnya, sekitar 100 petani sayur selada di daerah Songgon tidak lagi dapat menanam sayuran. Padahal, selama ini kualitas selada di sana merupakan yang terbaik dan dikirimkan ke pasar-pasar lokal, Bali, Jember dan Surabaya.

Selain itu, sedikitnya ada 2 obyek wisata sungai seperti rafting dan tubing di Sungai Badeng kini mengalami penurunan kunjungan wisatawan.

Hal itu diperparah dengan kondisi sungai yang mengalami pendangkalan dan berdampak negatif pada saluran irigasi pertanian yang bersumber dari DAS Badeng. 

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Eka menjelaskan, penanganan fenomena pergeseran tanah ini perlu hadirnya tenaga ahli untuk melakukan kajian penyebabnya, kandungan air, hingga cara penanganan yang tepat. 

Untuk itu, pihaknya melibatkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung dalam melakukan kajian.

"Kalau kita belum punya tenaga ahli analis seperti itu. Ini peristiwa geologi, bukan vulkanologi, Bidang Geologi PVMBG yang akan melakukan kajian," paparnya. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, meski berwarna keruh, air sungai Bati masih digunakan warga Dusun Cantuk Lor, Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, untuk kegiatan mandi, cuci, kakus (MCK). 

Ketua Rt/Rw 3/1 Desa Cantuk, Ashadi (58) mengatakan, ketika tidak banjir lumpur, sebagian warga melakukan pengerukan sedimen sungai, walaupun pendangkalan sungai terus terjadi. 

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Dulu di waktu normal, kedalaman sungai seukuran pinggang orang dewasa. Namun kini, di titik-titik tertentu hanya se-mata kaki.

"Sawah yang dialiri air keruh ini juga berubah. Dulu seperempat hektare menghasilkan 10 karung padi waktu panen, sekarang cuma 3 karung saja. Nggak tahu disebabkan air keruh ini atau ada sebab lain," pungkas Ashadi.

 

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.