Rabu, 17 Jun 2026 00:23 WIB

Penyelundupan 700 Ekor Burung dari Makasar Digagalkan di Surabaya

Burung yang diselundupkan di Tanjung Perak Surabaya
Burung yang diselundupkan di Tanjung Perak Surabaya

jatimnow.com - Penyelundupan 700 ekor burung tanpa dokumen dari Makasar berhasil digagalkan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

700 burung yang terdiri dari 100 ekor Gagak dan 600 ekor Manyar disita dari seorang yang diduga sebagai penyelundup pada Sabtu (1/6/2019) kemarin.

Baca Juga: Penyelundupan 50 Kambing Kurban ke Bali Digagalkan di Pelabuhan Ketapang

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian Surabaya, Faisal M Noer mengatakan, penyelundupan burung tersebut digagalkan saat bongkar muat di KM Dharma Rucitra VII.

"Kami bersama dengan petugas karantina wilker Tanjung Perak berhasil mengamankan sebanyak 700 burung," kata Faisal, Selasa (4/6/2019).

Faisal menambahkan, hal serupa juga sering terjadi. Mereka membawa sejumlah satwa dengan tidak disertai sertifikat karantina.

Baca Juga: Polres Probolinggo Kota Gagalkan Penyelundupan 38 Satwa Langka Asal Maluku

"Kejadian ini sudah yang kesekian kalinya, penggagalan penyelundupan dan pengamanan burung-burung dalam jumlah banyak tanpa disertai sertifikat karantina" ungkapnya.

"Sesuai rekaman data, Karantina Pertanian Surabaya telah melakukan penggagalan penyelundupan dan penahanan sejumlah 5 (lima) kasus melalui Pelabuhan Tanjung Perak" tambahnya.

Baca Juga: Polres Pelabuhan Tanjung Perak Amankan Kelompok Remaja Bersajam

Faisal menjelaskan, pengamanan burung-burung ilegal tersebut sesuai dengan aturan UU No 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan serta PP No 82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan.

"Pemasukan tanpa dokumen karantina yang dipersyaratkan jelas melanggar. Untuk itu, diharapkan bagi seluruh masyarakat yang akan melalulintaskan komoditas pertanian untuk lapor dan memeriksakan ke petugas karantina pertanian setempat," jelasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.