Kamis, 11 Jun 2026 10:29 WIB

Pembakaran Mapolsek Tambelangan: Lempar Bom Molotov hingga Hadang PMK

Lima tersangka pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura ditahan di Mapolda Jatim
Lima tersangka pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura ditahan di Mapolda Jatim

jatimnow.com - Polisi mengungkap aktor intelektual pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura merupakan seorang habib. Diungkap pula, peran masing-masing tersangka saat melakukan aksinya tersebut.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan, dari lima orang tersebut, satu di antaranya merupakan otak intelektual pembakaran. Satu orang itu adalah Habib Abdul Kodir Alhadad (AKA). Dialah yang mengkoordinir massa untuk membakar mapolsek pada Rabu (22/5/2019) malam lalu.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

"Ini aktor intelektualnya adalah Habib AKA, dia yang merencanakan dan menyiapkan segala macam," terang Luki di Mapolda Jatim, Senin (27/5/2019).

Luki menambahkan, Habib AKA mempersiapkan semuanya, mulai dari membuat bom molotov dengan sumbu kain hitam sebanyak 30 buah di rumahnya. Kemudian membawa massa dan mengomando sebanyak 70 orang untuk melempari mapolsek dengan batu dan molotov tersebut.

"Ia juga melempari mobil dinas polsek pakai batu bersama Zaki Habsi dan Subah dan Mohamad. Menyuruh membeli bensin di kios sebanyak dua botol," ungkapnya.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Baca juga:  Aktor Intelektual Pembakaran Mapolsek Tambelangan Madura Terungkap

Sementara untuk tersangka Hadi, Supandi dan Ali mereka bersama-sama melempar batu sebanyak satu hingga dua kali ke arah Mapolsek Tambelangan. Sedangkan satu Habib lainnya yaitu Hasan, menghalangi mobil pemadam hingga memakai rekannya dengan mengatakan 'Kiai penakut, Kiaitaik'.

"Habib Hasan, dia yang menghadang mobil pemadam kebakaran yang akan memadamkan mapolsek. Seandainya itu mobil PMK sampai, mungkin tidak sampai habis, karena itu dihadang untuk kembali. Ia juga mengajak H Samsudin. Karena (H Samsudin) tidak mau, dia memaki dengan kata-kata kotor," bebernya.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Luki menyebut jika peran Habib AKA yang menjadi aktor intelektual akan diberikan hukuman yang paling berat.

"Yang jelas untuk aktor intelektualnya jelas lebih berat, yang lainnya memang semuanya ikut melempar tapi memang yang merencanakan itu Habib AKA ini dengan membawa 70 orang itu sendiri yang memang diarahkan sudah dikumpulkan, sudah rapat, yang jelas ini yang paling berat hukumannya," tutupnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.