Sabtu, 13 Jun 2026 00:57 WIB

Pelaku Lain Pembakaran Mapolsek Tambelangan Diduga Sembunyi di Ponpes

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di rumah dinasnya Jalan Bengawan, Surabaya
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di rumah dinasnya Jalan Bengawan, Surabaya

jatimnow.com - Polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka atas pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura. Tersangka diyakini masih akan bertambah dan masih dalam pengembangan Penyidik Polda Jatim.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan, pelaku pembakaran lainnya dan tempat persembunyiannya sudah dikantongi.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

"Kami sudah kantongi nama-nama pelaku lainnya. Kami sudah mengidentifikasinya semua. Kami tahu para pelaku ini sedang berlindung dan mengamankan diri di pondok-pondok pesantren," jelas Luki usai bersilaturahmi dengan Tokoh Agama Sampang di rumah dinasnya Jalan Bengawan, Surabaya, Minggu (26/5/2019).

Baca juga:  

Untuk melalukan penangkapan pelaku lainnya, Luki mengatakan jika berkoordinasi dengan ulama dan habaib di Sampang.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

"Kiai dan ulama akan membantu kita bahkan menyerahkan pelaku. Kami sudah berkoordinasi kepada kiai di pondok pesantren untuk membantu agar pelaku menyerahkan diri, karena kami sudah punya identitas mereka," terangnya.

Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang, KH Buchori Maksum meminta polisi tidak ragu-ragu menegakkan hukum kepada siapa saja yang terlibat.

"Kaitannya dengan kejadian di Tambelangan, yaitu pembakaran Kantor Polsek. Untuk itu kami memberikan masukan ke Bapak Kapolda agar tidak ragu-ragu untuk menegakkan hukum kepada siapa-siapa yang terlibat dalam kejadian itu," ungkap Kiai Buchori.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Kiai Buchori menambahkan, pihaknya bersama para ulama lain sangat prihatin bahkan kecewa dengan kejadian tersebut. Untuk itu pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah beserta aparat keamanan untuk mewujudkan situasi dan kondisi yang aman di wilayahnya.

"Kami ulama sangat prihatin dan sangat kecewa dengan kejadian ini. Untuk itu, kami bekerjasama dengan pemerintah dan aparat keamanan. InsyaAllah ini tidak akan terjadi lagi. Inilah pernyataan dari kami ulama," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.