Kamis, 11 Jun 2026 19:30 WIB

Bermain Sepak Bola Api Semarakkan Malam Ramadan di Tulungagung

Anak-anak di Tulungagung bermain sepak bola api
Anak-anak di Tulungagung bermain sepak bola api

jatimnow.com - Bermain sepak bola api menjadi tradisi turun temurun menyemarakkan bulan Ramadan di Indonesia.

Salah satunya anak-anak di Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung yang mempunyai kebiasaan bermain sepak bola api usai Salat Tarawih dan Tadarus Alquran di halaman Masjid Al Mimbar.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Meskipun terlihat berbahaya, namun mereka tetap semangat dan bergembira memainkan permainan ekstrim ini.

Bastomi, salah seorang pengurus masjid mengatakan permainan ini merupakan tradisi secara turun temurun yang dilakukan pada bulan Ramadan.

"Ini adalah tradisi yang sudah ada sejak dulu di Masjid Al-Mimbar Desa Majan dan memang dilakukan oleh anak-anak," ujarnya, Senin (20/5) malam.

Ia melanjutkan, tradisi permainan sepak bola api untuk mengisi kekosongan waktu luang sebelum istirahat malam. Anak-anak sengaja memanfaatkan untuk berolahraga malam sambil melestarikan tradisi.

"Selain mengisi waktu di malam Ramadan, kegiatan ini untuk melatih fisik dan mental anak-anak," ujarnya.

Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ia menjabarkan, bola yang digunakan dalam permainan sepak bola api berasal dari Buah Bintaro yang sudah kering. Buah ini mudah didapatkan karena banyak ditanam di pinggir jalan Tulungagung.

Sebelum dibakar, buah ini direndam dengan minyak tanah terlebih dahulu sebelum dimainkan. Wasit kemudian membakar buah tersebut dan meniup peluit tanda permainan dimulai.

Dalam permainan sepak bola api tidak ada peraturan khusus yang mengikat. Untuk gawang hanya menggunakan tumpukan sandal milik pemain. Peserta yang bermain tidak diperkenankan menggunakan sepatu dan harus bertelanjang kaki.

Salah seorang pemain bola api, Mohammad Syifa mengaku dirinya senang bisa bermain bareng teman-temannya. Ia tidak merasa kepanasan saat menendang bola api meski dengan bertelanjang kaki.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

"Enggak kepanasan. Hanya saja yang sulit itu kalau pas jadi kiper, karena harus berusaha menangkis bola agar tidak masuk gawang," katanya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

BMKG sarankan warga untuk selalu membawa pelindung panas dan menjaga stamina tubuh karena suhu di Surabaya cenderung tinggi.