Sabtu, 13 Jun 2026 10:34 WIB

Pimpinan Santri yang Diduga Massa People Power Bantah Bawa Bom Molotov

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan saat pemeriksaan mobil ELF
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan saat pemeriksaan mobil ELF

jatimnow.com - Temuan 4 botol yang diduga bom molotov dari salah satu kendaraan ELF yang berpenumpang santri dari Madura dibantah oleh koordinator.

Pria berpeci putih yang belum diketahui namanya tersebut mengatakan jika 4 botol tersebut milik mereka (rombongan).

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

"Empat kali (diperiksa) ndak ada apa-apa, ndak ada masalah. Bahkan saya dikawal. Seandainya ini ada daritadi pastinya saya sudah bau,"ujar pria tersebut, Senin (20/5/2019).

Pria itu mengatakan, jika semua anggota atau santri diminta untuk tidak membawa apapun. Ia bahkan menyebut hal ini merupakan fitnah.

"Saya sudah pastikan, semua anggota itu sudah saya minta untuk ndak bawa apa-apa. Billahi kami tidak tahu, apa ini semacam fitnah kami ndak tahu," ungkapnya.

Sopir salah satu mobil, Wasil (27) mengatakan, bahwa rombongan santri ini berasal dari Pondok Pesantren milik Kiai Karrar. Rombongan santri ini bukan untuk ke Jakarta melainkan rencananya akan menjemput Kiai Karrar yang saat ini berada di Bandar Udara Juanda Surabaya.

"Enggak ke Jakarta, ini mau ke Bandara Terminal dua, mau jemput Pak Kiai Karrar. Ini kan santrinya semua tiga mobil,"ungkap Wasil.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Baca juga: 4 Bom Molotov Ditemukan di Kendaraan yang Diduga Massa People Power

Terkait bom Molotov yang berada di mobilnya ia juga mengaku tidak tahu. Mobil yang dikendarainya merupakan mobil rental dan ia hanya bertugas sebagai sopir saja.

"Saya nggak tahu, ini kan mobilnya rental jemput santri jadi saya nggak periksa mobil. Diperiksanya di Sampang sama di Suramadu. Mau ke juanda jam 5 pulang," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menyebut, dari hasil pemeriksaan sementara para rombongan ini diduga mengikuti aksi people power.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

"Ikut aksi, hasil sementara ikut people power. Berarti ini ada indikasi dari Jatim akan mengirim massa ikut berperan aktif kesana," kata Luki, Senin (20/5/2019).

Luki kembali menyampaikan dengan diamankannya rombongan ini berharap agar masyarakat di Jawa Timur akan lebih paham dengan pemberangkatan aksi 22 Mei di Jakarta itu telah di larang.

"Mudah-mudahan dengan adanya ini masyayarakat Jatim akan lebih paham," pesannya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.