Sabtu, 20 Jun 2026 10:51 WIB

Ini Alasan Pelaku Mutilasi di Malang Memotong Tubuh Korbannya

Tersangka saat di Mapolres Malang Kota
Tersangka saat di Mapolres Malang Kota

jatimnow.com - Pelaku mutilasi di Pasar Besar, Kota Malang, mengakui bahwa sebelum memutilasi, korban dibunuh terlebih dahulu. Tersangka diketahui memotong leher korban terlebih dahulu sebelum bagian tubuh yang lain.

"Pelaku melakukan pembunuhan dengan cara memotong leher korban yang masih hidup dengan gunting. Darah sempat mengucur ke kaos pelaku," kata Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, saat konferensi pers di Mapolres Malang Kota, Senin (20/5/2019).

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Setelah dipotong kepalanya, pelaku melihat kondisi tangan dan kaki korban masih bergerak-gerak sehingga diseret di kamar mandi," imbuh Asfuri.

Asfuri menambahkan, saat dimasukkan ke kamar mandi dan ditutup, tubuh korban tak cukup dengan ukuran kamar mandi yang kecil. Sehingga pelaku kembali memotong tubuh korban menjadi beberapa bagian.

"Di masukkan ke kamar mandi tidak cukup. Akhirnya pelaku memotong kaki dan tangan. Setelah dipotong, kaki dan tangan dibawa ke tangga sedangkan tubuh korban ditaruh di toilet dan ditutup dengan karung," ungkap Asfuri kembali.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Salah satu bukti bahwa ia memotong tubuh perempuan malang ini di bawah tangga, hal ini ditandai dengan ada ceceran darah cukup banyak.

"Ada bukti ceceran darah di bawah tangga ini menandakan bahwa korban pada saat dilakukan pembunuhan masih dalam kondisi hidup, termasuk muncrat ke kaos pelaku," lanjutnya.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Akibat perbuatannya, Sugeng Santoso warga Jodipan ini, diancam dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun.

"Pelaku dijerat dengan Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun," jelasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.