Rabu, 17 Jun 2026 06:16 WIB

Fakta Baru, Mayat Wanita di Malang Ternyata Dibunuh Sebelum Dimutilasi

Tersangka saat berada di Mapolres Malang Kota
Tersangka saat berada di Mapolres Malang Kota

jatimnow.com - Sugeng Santoso, pelaku mutilasi di Pasar Besar, Kota Malang, akhirnya mengakui perbuatannya membunuh perempuan tanpa identitas tersebut, sebelum dimutilasi.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri menjelaskan, bahwa pelaku ini melakukan pembunuhan terlebih dahulu, sebelum memutilasi.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Hasil penyelidikan ditemukan bukti dan fakta yang mengarah bahwa kasus ini diawali dengan pembunuhan baru kemudian dilakukan mutilasi. Berbeda dengan pengakuan pelaku yang pertama," ujar Asfuri saat memimpin konferensi pers di Mapolres Malang Kota, Senin (20/5/2019).

Berdasarkan keterangan pelak,u diperoleh fakta bahwa korban saat pertama kali bertemu pelaku pada 7 Mei 2019 meminta uang kepada pelaku.

"Pelaku yang tidak punya uang akhirnya memberi makan korban. Kemudian pelaku memegang payudara korban dan korban juga memegang kemaluan pelaku. Keduanya berhasrat ingin berhubungan intim," jelasnya.

Oleh pelaku, korban diajak ke sekitar tangga lantai 2 Pasar Besar Kota Malang dimana ia sehari-hari tinggal dan tidur. Di sanalah pelaku berhasrat ingin berhubungan intim dengan korban, namun korban menyatakan dalam keadaan sakit.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Pelaku mengajak berhubungan intim ke korban tapi korban menyampaikan dalam kondisi sakit. Pelaku kecewa karena korban sakit, sehingga tidak bisa melampiaskan hasratnya berhubungan badan dengan korban. Dia (pelaku) juga kecewa karena tak bisa ereksi saat disentuh korban," terangnya.

Sugeng akhirnya memasukkan tangannya ke organ vital korban sehingga korban kesakitan sehingga pingsan. Oleh Sugeng, sang korban disumbat organ vitalnya dan ditutup dengan lakban.

"Kemudian pelaku menato korban dengan jarum sol sepatu dan meninggalkan korban dalam keadaan pingsan sore hari. Pelaku kembali lagi pada 8 Mei sekitar pukul 01.30 Wib, di sanalah pelaku memotong leher korban," tambah Asfuri.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Kemudian pelaku mencoba memasukkan tubuh korban ke kamar mandi, namun lantaran tak cukup pelaku memutuskan untuk memotong beberapa bagian tubuh korbannya dengan gunting besar.

Mayat wanita termutilai ini ditemukan pada Selasa 14 Mei pukul 13.30 Wib. Potongan tubuh ini terbagi menjadi 6 bagian, yakni 2 pergelangan kaki di sisi utara tangga, bagian kepala yang terbungkus tas kresek di tengah bawah tangga, sementara 2 pergelangan tangan berada di sisi selatan tangga.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.