Kamis, 18 Jun 2026 04:28 WIB

Korban Mutilasi Malang Disebut Meninggal Karena Sakit, Bukan Dibunuh

Sketsa wajah korban mutilasi di Malang
Sketsa wajah korban mutilasi di Malang

jatimnow.com - Korban mutilasi di Pasar Besar Kota Malang disebut telah meninggal terlebih dahulu sebelum dimutilasi. Namun polisi tetap masih menunggu hasil final autopsi.

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri menyebut, berdasarkan perkembangan autopsi korban mutilasi ini terlebih dahulu dinyatakan meninggal dunia, sebelum dimutilasi.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Ya (dipastikan meninggal dunia dulu) itu kita masih menunggu (hasil autopsi), dari labfor hasilnya belum final. Termasuk dari autopsi juga belum keluar," ungkap AKBP Asfuri saat ditemui di Mapolres Malang Kota, Jumat (17/5/2019).

Asfuri juga menyebut, korban mutilasi menderita penyakit. Hal ini berdasar dari hasil identifikasi Laboratorium Forensik (Labfor).

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Dugaan sementara korban ini mempunyai penyakit paru - paru akut. Diduga penyebabnya dari itu (meninggal dunia), tapi masih kita dalami terus," ujar Asfuri kembali.

Namun guna memastikan penyebab kematian korban, pihaknya masih menunggu hasil autopsi tim Labfor selesai terlebih dahulu.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

"Ini masih terus didalami apakah korban ini meninggalnya akibat sakit atau mungkin ada yang lain. Kami masih dalami, masih menunggu hasil autopsi Labfor," tukasnya.

Korban mutilasi ini ditemukan di Pasar Besar, Kota Malang pada Selasa siang 14 Mei 2019. Korban dipotong menjadi beberapa bagian dan dibuang di lokasi yang tak berjauhan.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.