Senin, 22 Jun 2026 06:28 WIB

Ponpes Tertua di Mojokerto ini Punya Koleksi Kitab Berumur 400 Tahun

Pengasuh Ponpes As Sholichiyah, Kiai Muhammad Rofi'i menunjukkan salah satu koleksi kitab tua
Pengasuh Ponpes As Sholichiyah, Kiai Muhammad Rofi'i menunjukkan salah satu koleksi kitab tua

jatimnow.com - Pondok Pesantren (Ponpes) As Sholichiyah di Gang Penarip 2, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, dikenal sebagai ponpes tertua di Mojokerto. Ponpes yang didirikan Kiai Muhammad Ilyas pada tahun 1870 ini memiliki koleksi kitab yang juga sudah berumur ratusan tahun.

Ada 6 kitab yang tersimpan di dalam lemari kaca berukuran 2X1 meter di rumah Kiai Muhammad Rofi'i Ismail, cucu almarhum Kiai Ilyas. Dari 6 kitab yang tersisa, ada yang berbahan kulit hingga berbahan kertas terbaik dari Eropa.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

"Ini nggak seberapa banyak, karena memang sebagian sudah diberikan oleh saudara-saudara saya kepada kepada santri kakek yang datang untuk minta kenang-kenangan," kata Kiai Rofi'i di Ponpes As Sholichiyah, Rabu (8/5/2019).

Menurut Kiai Rofi'i, kitab-kitab yang masih bertahan di lingkungan ponpes yang diasuhnya itu adalah Musaf Al Quran (juz awal dan akhir), Kitab Tafsir Jalalen (tidak komplit), Kitab At Tashil, Kitab Mafnusorof, Kitab Nahwu, Kitab Tasawuf, Kitab Assarufsalah dan Manuskrip Tahlil.

Baca Juga: Gus Salam Sowan ke Kiai Imjaz Jelang Muktamar NU ke-35

"Rata-rata kitab ini terbuat dari kulit. Cuma karena kulitnya sangat tipis, sehingga pinggir-pinggirnya banyak yang rusak. Umur kitabnya sekitar 400 tahun," tutur Kiai Rofi'i.

Sedangkan Musaf AL Quran atau surat dari almarhum Kiai Ilyas, berumur sekitar 200 tahun. Meski kitab-kitab itu tampak rusak di bagian pinggir, tapi tulisan tangan huruf Arab masih sangat jelas.

"Ada yang terbuat dari bahan kertas terbaik dari Eropa. Jika kertas ini disinari, akan tampak gambar seperti singa atau lambang Negara Inggris," ujar Ketua PCNU Kota Mojokerto ini.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Kiai Rofi'i mengaku sudah semaksimal mungkin merawat kitab-kitab kuno dan Musaf Al Quran itu, agar tidak dimakan kutu, meski sudah disimpannya di dalam lemari kaca.

"Karena saya tidak tahu cara merawat buku-buku seperti ini, cuma saya beri kapur barus di bawahnya dengan minyak wangi, biar kutu-kutunya tidak mau datang," ungkap Kiai Rofi'i.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.