Kamis, 18 Jun 2026 14:48 WIB

Cerita di Balik Pemeriksaan Dua Mahasiswa Terkait Vandalisme di Malang

Pertemuan terkait pemeriksaan dua mahasiswa di Mapolres Malang Kota
Pertemuan terkait pemeriksaan dua mahasiswa di Mapolres Malang Kota

jatimnow.com - Dua mahasiswa diperiksa polisi terkait Vandalisme di Jembatan Splendid, Kota Malang. Ternyata, saat diperiksa 24 jam oleh polisi, beredar kabar berantai bahwa kedua mahasiswa itu diculik.

Isu penculikan dua mahasiswa itu menyebar berantai di media sosial sejak Jumat (3/5/2019) malam hingga Sabtu (4/5/2019) pagi di beberapa kampus. Dua mahasiswa itu adalah I Gusti Putu Devara Gian Mahendra (21) mahasiswa jurusan Antropologi Universitas Brawijaya (UB) asal Jakarta dan Ahmad Kevin Al Firdaus (22), mahasiswa jurusan Ekonomi Universitas Negeri Malang (UM) asal Lampung.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Kabar penculikan itu dipastikan tidak benar alias hoaks setelah dua mahasiswa dan polisi melakukan klarifikasi di Mapolres Malang Kota.

Selain dua mahasiswa yang diperiksa itu serta polisi, klarifikasi itu juga dihadiri perwakilan perguruan tinggi kedua kampus yaitu Wakil Dekan III Sastra UM Dr Yusuf Hanafi dan Kepala Jurusan Antropologi Seni Budaya UB Hipolitus K serta sejumlah anggota Komunitas Aktivis Peduli Malang.

Dalam pertemuan itu, Devara menyatakan bahwa dirinya bersedia diperiksa polisi untuk membantu memberikan keterangan.

Baca juga:  Vandalisme di Kota Malang, Dua Mahasiswa Diperiksa

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Saya berterima kasih kepada polisi dan tidak benar sebagaimana yang viral bahwa ada penculikan dan penangkapan," ungkapnya.

Sementara, Kevin menyebut bahwa saat ia diamankan polisi, telah terjadi kesalahpahaman lantaran usai diamankan, ia tidak sempat memegangi handphone, karena dimintai keterangan. Dirinya pun kaget saat rekan-rekan aktivis menyebutnya hilang.

"Saya juga kaget setelah dikabarkan diculik polisi. Tidak ada penculikan, saya pribadi memohon maaf kepada pihak kepolisian dan semua pihak yang dirugikan terkait perkara ini," tegasnya.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna menegaskan, tidak ada penculikan terkait vandalisme dalam Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 1 Mei 2019.

Menurutnya, penyidik hanya bertugas memintai keterangan saksi terkait vandalisme saat May Day 2019 tersebut. Sebab kejahatan Vandalisme, masuk Pasal 488 KUHP.

"Kami jemput mahasiswa tersebut untuk memintai keterangan sebagai saksi dengan diperlakukan humanis. Yang bersangkutan juga kembali kami pulangkan dan kami minta beristirahat di kos mereka," terangnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.