Selasa, 16 Jun 2026 02:03 WIB

Ratusan Kader Ansor Ikuti Seleksi Magang Kerja di Jepang

Ratusan Kader GP Ansor mengikuti seleksi magang kerja di Jepang di Gedung STAI Diponegoro, Kecamatan Ngantru, Tulungagung
Ratusan Kader GP Ansor mengikuti seleksi magang kerja di Jepang di Gedung STAI Diponegoro, Kecamatan Ngantru, Tulungagung

jatimnow.com - Ratusan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari beberapa wilayah di Indonesia mengikuti seleksi program magang kerja di Jepang. Program itu merupakan kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja dengan IM Japan.

Ketua panitia seleksi, Anas Saikhu mengatakan, dalam seleksi kali ini, mereka akan dites kemampuan akademik dan fisiknya sebagai salah satu standar kelulusan peserta program magang kerja.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Saikhu juga menjelaskan, seleksi tersebut diikuti sebanyak 280 kader Ansor. Memang, setiap tahunnya, GP Ansor mengirimkan seribu kader untuk mengikuti program itu.

Mereka akan ditempatkan di beberapa perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Selain bisa mengurangi angka pengangguran, peserta magang diharapkan banyak belajar selama mengikuti program.

"Jepang terkenal dengan etos kerja yang tinggi serta disiplin ketat, diharapkan mereka bisa belajar banyak kedua hal tersebut," kata Saikhu di sela seleksi di Gedung STAI Diponegoro, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Selasa (30/4/2019).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Jika dinyatakan lolos, para kader akan dikontrak selama tiga tahun oleh perusahaan di Jepang. Kontrak tersebut bisa diperpanjang selama dua tahun jika perusahaan masih membutuhkan. Selama ini, peserta magang asal Indonesia banyak diminati perusahaan-perusahaan di Jepang karena dikenal memiliki fisik yang tangguh untuk bekerja.

"Seleksi ini juga akan kami lakukan di beberapa daerah lain, rencana ada empat kali seleksi," tambahnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Sementara itu perwakilan dari IM Japan, Tamura menambahkan, program itu sudah berjalan selama hampir 25 tahun. Kebutuhan pekerja di Jepang terus meningkat setiap tahunnya, sehingga mereka berusaha mencukupi dengan menggandeng beberapa negara.

"Mereka akan bekerja di beberapa sektor seperti industri dan bangunan," ungkapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.