Kamis, 18 Jun 2026 22:50 WIB

Disuntik dan Diborgol, Penderita Gangguan Jiwa di Tulungagung Tewas

Polisi melakukan identifikasi penderita gangguan jiwa yang tewas
Polisi melakukan identifikasi penderita gangguan jiwa yang tewas

jatimnow.com - Seorang penderita gangguan jiwa di Tulungagung tewas saat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Malang, Senin (22/4/2019). Selain dalam keadaan terborgol, penderita gangguan jiwa ini dibawa dengan cara disuntik obat penenang.

Penderita gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) itu diketahui bernama Iwan Guntoro (41) warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngumut, Kabupaten Tulungagung. Sebelum dibawa ke RSJ Lawang, korban diketahui disuntik oleh salah seorang yang mengaku sebagai staf di rumah sakit tersebut.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kapolsek Ngunut, Kompol Siti Nurinsana Natsir saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, korban dibawa menggunakan mobil menuju RSJ Lawang pada Senin (22/4/2019) dinihari. Namun saat tiba di wilayah Blitar, mobil tersebut kembali karena korban sudah meninggal dunia.

"Saat dibawa, korban juga diborgol dengan tali nilon agar tidak berontak selama perjalanan," ujar Siti.

Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, korban mulai tidak mau makan dan minum sejak empat hari lalu. Keluarga korban kemudian meminta bantuan kepada seseorang yang biasa membawa ODGJ ke RSJ Lawang. Sebelum berangkat, orang tersebut memberikan suntikan obat penenang kepada korban sebanyak dua kali.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Korban sebelumnya tidak mempunyai riwayat penyakit apapun," tambahnya.

Namun saat korban meninggal dunia, orang tersebut baru mengaku bahwa dirinya bukanlah staf RSJ Lawang. Orang tersebut merupakan pensiunan pegawai RSJ Lawang yang biasa diminta bantuan untuk membawa ODGJ ke rumah sakit tersebut.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Mengetahui hal tersebut, keluarga korban kemudian tidak terima dan melaporkan ke Polsek Ngunut. Namun akhirnya keluarga korban berubah pikiran dan menyatakan sudah menerima kejadian itu sehingga meminta jenazah korban untuk tidak dilakukan autopsi.

"Pihak keluarga sudah terima sehingga kasus ini tidak diteruskan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.