Kamis, 18 Jun 2026 02:05 WIB

Potret Kemiskinan di Pacitan, Kakek & Nenek ini Tinggal di Gubuk Reyot

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 21 Apr 2019 19:49 WIB
 Muktir dan Sutini usai mengambil air yang berjarak 1 Km dari ruamhnya
Muktir dan Sutini usai mengambil air yang berjarak 1 Km dari ruamhnya

jatimnow.com - Potret kemiskinan tergambar jelas di Pacitan. Pasangan suami istri berusia renta ini harus berjuang ekstra keras hanya untuk sekedar mempertahankan hidup.

Tinggal di gubuk kecil dan reyot, Muktir dan Sutini warga Desa Bolosingo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan ini mengerjakan apa saja untuk keperluan makan sehari-hari.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Dengan kondisi tua dan buta, Muktir yang berusia 70 tahun tersebut bekerja serabutan dan harus dibantu oleh istrinya karena faktor pengelihatan.

"Ya begini, untuk mendapatkan air pun harus berjalan jauh," kata Sutini saat ditemui jatimnow.com, Minggu (21/4/2019).

Pasangan yang tidak memiliki keluarga ini harus berjalan sejauh 1 Km hanya untuk mengambil air. Itupun harus berjalan dengan tertatih lantaran memandu suaminya yang buta dengan sebilah bambu.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

"Jika tidak dipegangin gini terkadang jatuh. Maklum Kakek kan sudah buta dari 30 tahun lalu," jelasnya.

Meski harus bersusah payah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, namun Sutini tak mau menerima bantuan orang lain. Menurutnya selama in mampu bekerja, mereka tidak mau mengandalkan orang lain.

Baca Juga: Beban Utang dan Gurita Korupsi, Akar Masalah Kemiskinan Dua Dekade

"Banyak yang mau bantu. Tapi saya tidak mau. Selama masih bisa bekerja tidak perlu dibantu. Kami masih kuat berdua," jelasnya.

Untuk keperluan makanan sehari-hari, Sutini mengaku mengandalkan dari tanaman singkon yang ada di sekitar rumahnya. Singkong tersebut diolah menjadi tiwul untuk lauk sekaligus nasi.

"Itu makanan favorit kami berdua. Kalau tidak ada beras di rumah ya mengambil singkong kemudian diolah menjadi tiwul," jelasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.