Jumat, 19 Jun 2026 09:55 WIB

Bawaslu Ponorogo Temukan Uang Rp 66 Juta Diduga untuk Politik Uang

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 16 Apr 2019 10:33 WIB
Bawaslu Ponorogo menunjukkan uang yang diduga untuk politik uang caleg
Bawaslu Ponorogo menunjukkan uang yang diduga untuk politik uang caleg

jatimnow.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ponorogo kembali melakukan penangkapan dugaan money politik atau politik uang. Uang Rp 66.160.000 diamankan dari rumah seorang warga di Kecamatan Jabon.

Kordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Ponorogo, Marji mengatakan saat operasi tangkap tangan (OTT), di lokasi terdapat 15 koordinator untuk membagikan uang. Mereka diduga ditugaskan untuk membagikan uang Rp 66 juta untuk 1500 pemilih. Uang Rp Rp 66.160.000 itu terdiri dari pecahan Rp 20 ribu dan Rp 10 ribu.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Per amplop nya isinya Rp 70 ribu. Sama dengan yang pertama kami temukan kemarin," jelas Marji di Kantor Bawaslu, Jalan Trunojoyo, Tambakbayan, Ponorogo, Selasa (16/4/2019).

Namun kali ini, lanjut Marji, Rp 70 ribu itu untuk memilih tiga calon legislatif (caleg) sekaligus yaitu Caleg DPRD Kabupaten Ponorogo daerah pemilihan (dapil) 5 (Jambon, Badegan, Balong), Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dan Caleg DPR RI.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

"Ya paket hemat seperti itu. Rp 70 ribu untuk tiga caleg sekaligus. Isi amplopnya Rp 20 ribu tiga lembar dan Rp 10 ribu satu lembar," urainya.

Selain mengamankan uang, Bawaslu Ponorogo juga mengamankan contoh surat suara pemilih dan stiker yang menujukkan caleg yang akan dipilih.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Untuk proses selanjutnya, Bawaslu akan melakukan pembahasan di tingkat Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu) dengan memanggil 15 orang koordinator dan caleg yang disebut.

Sebelumnya, Bawaslu Ponorogo juga melakukan OTT di Dapil 2 (Jenangan, Siman, Mlarak) dengan barang bukti Rp 1.330.000.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.