Jumat, 19 Jun 2026 04:18 WIB

Pelaku dan Korban Mutilasi Penari Berkenalan Lewat Aplikasi Gay

Dua pelaku mutilasi mayat dalam koper saat di Mapolda Jatim
Dua pelaku mutilasi mayat dalam koper saat di Mapolda Jatim

jatimnow.com - Pelaku dan korban mutilasi mayat dalam koper di Blitar disebut berkenalan melalui aplikasi pertamanan khusus gay atau pecinta sesama jenis. Perkenalan itu terjadi pada Juli 2018 lalu.

"Kenal dari bulan Juli lalu jadi udah sekitar setahun. Keduanya berkenalan melaui aplikasi chat khusus untuk gay bernama Hornet. Kemudian keduanya menjalin hubungan," kata Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto, Senin (15/4/2019).

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Toni menjelaskan, setelah menjalin hubungan, Aris dan Budi melakukan pertemuan sebanyak tiga kali di rumahnya. Pertemuan tersebut, keduanya melakukan hubungan badan sebanyak tiga kali.

"Pertemuan sudah bertemu 3 kali dirumahnya melakukan hubungan badan sebanyak tiga kali di rumah tersangka. Pertemuan terakhir di warung itu," jelas Toni.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Pertemuan keempat kalinya di warung itu. Keduanya juga telah melakukan hubungan badan. Namun akibat tak diberikan uang menjadi pemicu pertengkaran yang berujung pada pembunuhan.

"Korban pelaku telah beberapa kali melakukan hubungan sesama jenis sebanyak 3 kali. Ini kali 4. Setiap kali melakukan hubungan badan tersangka selalu memberikan sejumlah uang kepada korban. Namun saat kejadian pelaku kondisi sedang tak memiliki uang," imbuhnya.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Toni menambahkan, saat itu korban meminta uang sebesar Rp 100 ribu kepada pelaku Aris. Karena Aris tak memiliki uang, ia mencoba meminta pinjaman ke Azis (salah satu pelaku). Namun Azis juga tidak memiliki tak memiliki uang.

"Budi memaki Azis dan menamparnya, kemudian Aziz menampar balik dan Budi mengambil pisau dari kursi namun di tangkis dan Budi di bacok hingga tertelungkup. Setelah itu mayat di masukkan ke dalam koper dengan Dipenggal kepalanya," jelasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.