Kamis, 18 Jun 2026 01:37 WIB

Rawan Banjir, BPBD Pasuruan Minta TPS Pemilu Didirikan di Lokasi Aman

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 11 Apr 2019 10:40 WIB
Banjir di Pasuruan/ Foto: Dok. jatimnow.com
Banjir di Pasuruan/ Foto: Dok. jatimnow.com

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasuruan meminta penempatan Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 2019 mendatang di lokasi tinggi. 9 Kecamatan di Pasuruan terdata rawan banjir.

Dari 24 Kecamatan yang ada di Pasuruan, 9 Kecamatan diantaranya rawan potensi banjir, 7 Kecamatan rawan potensi tanah longsor dan semua kecamatan memiliki potensi bencana angin puting beliung.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Data potensi bencana ini sudah kita sampaikan ke KPU dan Bawaslu Kabupaten Pasuruan. Karna di musim pancaroba ini hujan lebat masih berpotensi turun," jelas Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana.

Bakti berharap, penempatan TPS yang berada di wilayah rawan banjir seperti Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, harus ditempatkan di bangunan yang tinggi.

Baca Juga: PMI Surabaya Galang Donasi Kemanusiaan lewat Bulan Dana 2026

Sebab, BPBD tidak bisa memastikan apakah 17 April 2019 besok di Pasuruan turun hujan apa tidak. Akan tetapi, BPBD terus berusaha aktif menyebarkan informasi ke masyarakat tentang pantauan cuaca dari BMKG.

"Nanti akan kita sampaikan wilayah Desa mana yang berpotensi hujan deras, karna hujan di pancaroba ini turunnya dititik tertentu (lokal) dan berpindah-pindah," ucap Bakti, Kamis (11/04/2019).

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Bakti pun menegaskan akan mengawal mobilisasi dalam Pemilu bila pada 17 April terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti datangnya banjir.

"Kalau ada hal diluar dugaan dan extraordinary, ya Akan kita backup mobilisasinya (Pemilu)," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.