Rabu, 10 Jun 2026 19:37 WIB

Kompetisi Startup Pertanian Banyuwangi Kembali Digelar

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menghadiri agro expo tahun 2018 lalu
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menghadiri agro expo tahun 2018 lalu

jatimnow.com - Pemkab Banyuwangi kembali menggelar Agribusiness StartUp Competition atau Kompetisi Startup Pertanian. Kompetisi bisnis rintisan pertanian ini digelar untuk melahirkan anak-anak muda yang terjun ke bisnis pertanian.

"Sering saya bilang, jangan semua ingin jadi Youtuber, pegawai bank, PNS. Liriklah sektor pertanian yang punya prospek cerah," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (10/4/2019).

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Menurut Bupati Anas, produk beras merah organik yang dikembangkan anak-anak muda dan petani Banyuwangi hingga bisa diekspor ke luar negeri, bisa menjadi contoh prospektif dalam bisnis pertanian.

Ditambahkannya, regenerasi petani adalah salah satu isu terpenting sektor pertanian. Berdasarkan Sensus Pertanian Badan Pusat Statistik (BPS), 61 persen petani berusia lebih dari 45 tahun, serta 72 persen berpendidikan SD. Jumlah rumah tangga petani terus menurun dari 79,5 juta (2008) menjadi 63,6 juta (2013).

"Maka kita perlu kreatif melahirkan generasi muda petani inovatif, visioner, melek teknologi. Kompetisi ini salah satunya. Peserta kami batasi usia 17-30 tahun agar target anak mudanya tercapai," ungkap Bupati Anas.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Kompetisi in melombakan dua kategori. Pertama, rintisan usaha pertanian yang telah berjalan maksimal 3 tahun. Kedua, proposal rencana bisnis (business plan). Bidang pertanian yang bisa diikuti mulai pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan hingga beragam produk olahannya.

"Kompetisi ini memperebutkan hadiah modal kerja Rp 150 juta. Peserta terseleksi juga akan mengikuti berbagai workshop dan mentoring, mulai soal manajemen bisnis pertanian, leadership hingga pemasaran digital dari para pakar dan pengusaha pertanian sukses. Sehingga rintisan usahanya makin terarah dan berdaya saing," paparnya.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan menjelaskan, rangkaian kompetisi agribisnis ini dimulai sejak Maret 2019. Sosialisasi digeber ke kampus, sekolah dan komunitas anak muda. Dilanjutkan pembukaan pendaftaran online hingga 20 April 2019 melalui website Dinas Pertanian Banyuwangi.

"Dalam proposal, para peserta diwajibkan memberi gambaran dampak positif bisnis yang dikembangkannya. Misalnya, berapa jumlah tenaga kerja yang terserap dan persebaran manfaatnya bagi warga. Khusus kategori business plan harus membuat proposal perencanaan bisnisnya. Akan dinilai sejauh mana proposal tersebut dapat diterapkan," ungkapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.