Kamis, 18 Jun 2026 10:56 WIB

Kades Kaget Ada Doa Cepat Meninggal Bagi Pembuang Sampah di Sungai

Kepala Desa Ental Sewu, Sukriwanto
Kepala Desa Ental Sewu, Sukriwanto

jatimnow.com - Rambu peringatan bertuliskan'Yg Buang Sampah di Kali Semoga Cepet Mati' dan terpasang di jembatan Desa Ental Sewu, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, tidak diketahui oleh pejabat pemerintah desa setempat.

Papan itu dibuat sederhana, berwarna putih dan tulisannya menggunakan cat warna hijau dipasang sebagai bentuk kekesalan warga atas banyaknya sampah di sungai.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Kepala Desa (Kades) Ental Sewu, Sukriwanto mengaku jika dirinya baru mengetahui tentang papan peringatan yang cukup sadis itu.

"Saya tahu tulisannya ya baru ini tadi mas," ujar Sukriwanto saat ditemui jatimnow.com di kantor Kelurahan Desa Ental Sewu, Buduran, Sidoarjo, Kamis (4/4/2019).

Baca juga: 

Menurutnya, papan peringatan yang dilakukan oleh warganya tersebut merupakan imbauan kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Kalau tanggapan saya itu sebagai imbauan kepada masyarakat Ental Sewu atau masyarakat semuanya jangan sampai buang sampah sembarangan terutama di sungai. Bukan ditempat yang lain boleh, bukan. Kebetulan aja di tempat itu ada sungai. Jadi buang sampah pada tempatnya demi menjaga kebersihan bagi kesehatan masyarakat," ujarnya.

Sukriwanto menyebut jika tulisan itu, apapun alasannya hanya diketahui oleh yang menulis. Ia pun juga belum memahami apakah dilarang atau tidak.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

"Kalau soal tulisan itu ya orang yang nulis yang tahu. Perkara boleh atau endak itu kan ada tentunya larangan atau petunjuk. Apakah dilarang atau enggak ini saya belum paham. Itu yang tahu yang nulis. Ya perkara nggak apa-apa atau enggaknya itu kan nafsi nafsi ya," imbuhnya.

Ia juga mengatakan bahwa tujuan masyarakat menuliskan itu adalah untuk mengingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya perkataan sadis itu ditulis karena kekesalan warga.

"Ya bisa jadi warga kesal. Tapi maksud kami dari masyarakat itu mengingatkan, saling mengingatkan supaya membuang sampah itu ditempatnya," katanya.

Ia membenarkan jika ada tukang yang rutin untuk mengambil sampah. Namun tak menutup kemungkinan jika sampah-sampah yang ada di sungai tersebut adalah ulah-ulah warga lainnya yang melintas karena jalan itu merupakan jalanan umum.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

"Karena di desa kami sudah ada petugas ngambilin sampah. Tapi yang lewat di desa kami kan bukan hanya masyarakat desa kami tapi masyarakat mana mana," tandasnya.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.