Kamis, 18 Jun 2026 02:11 WIB

Doa Cepat Meninggal Bagi Pembuang Sampah di Sungai Dipicu Rasa Kesal

Rambu larangan di Desa Ental Sewu, Kecamatan Buduran, Sidoarjo/Foto: Budi S - jatimnow.com
Rambu larangan di Desa Ental Sewu, Kecamatan Buduran, Sidoarjo/Foto: Budi S - jatimnow.com

jatimnow.com - Bagi pembuang sampah di Sungai Ental Sewu, Sidoarjo didoakan cepat meninggal. Sadis! Ya, warga setempat sudah gregeten atau super kesal menghadapi ulah manusia-manusia yang tidak bisa menjaga lingkungan. Maka dipasanglah papan peringatan itu.

Papan larangan membuang sampah tidak hanya ada di jembatan, tapi juga di bantaran sungai.  Tepatnya terpasang di sebuah tiang listrik dengan menggunakan seng. Saat jatimnow.com mendatangi lokasi, terlihat 2-3 papan menempel di tiang listrik.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Wakil Ketua RT 07 RW 02 Desa Ental Sewu, Kecamatan Buduran, Sutikno mengatakan tulisan-tulisan itu sengaja dipasang di sekitaran sungai lantaran banyaknya orang yang melintas di tempat tersebut membuang sampah.

"Itu sengaja dilakukan warga mas karena kesal. Di sini (di sungai) sering dibuat warga membuang sampah. Biasanya yang paling sering itu di lempar bungkus plastik bungkus makan atau kresek isi sampah," kata Sutikno, Kamis (4/4/2019).

Baca juga: Wow! Buang Sampah di Sungai Ini Hukumannya Didoakan Cepat Meninggal

Menurutnya, tulisan peringatan yang cukup keras itu setidaknya membuat warga takut atau berhenti untuk membuang sampah di sungai. Sebagai perwakilan warga, ia juga telah mengimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

"Saya sama Pak RT sudah mengimbau warga di sini untuk tidak membuang sampah sembarangan. Di sini juga setiap seminggu tiga kali sudah ada tukang yang mengambil sampah rutin, ya mungkin itu peringatan dari warga sini saja mas yang kesal karena sungainya penuh sampah," ujarnya.

Dengan adanya peringatan sadis itu, warga setempat ataupun warga yang melintas bisa menjadi pelajaran untuk mencintai lingkungannya. Dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di sungai.

"Ya mungkin dengan adanya tulisan itu maksud warga supaya tidak ada yang membuang sampah di sungai. Kalaupun masih ada dan ketahuan siapa saja akan saya tegur dan mengambilnya kembali di sungai itu mas," tukasnya.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.