Jumat, 12 Jun 2026 05:50 WIB

Doktrin Kiamat

Pemkab Jemput 60 Warga Ponorogo Eksodus ke Malang, Ini Hasilnya

Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno
Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo membentuk tim untuk menelusuri dan membujuk warganya yang eksodus ke Malang.

"Tim telah berangkat ke pondok. Saya sendiri yang memimpin bersama beberapa kepala dinas dan MUI Ponorogo," kata Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno, Senin (1/4/2019).

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Keberangkatan tim dari Pemkab Ponorogo tersebut bertujuan untuk membujuk mereka yang terlanjur eksodus untuk kembali, terutama bagi mereka yang mempunyai anak sekolah.

"Ya kami bujuk. Apalagi dari enam puluh warga kan ada 3 siswa yang harusnya ujian pada April nanti," ujarnya.

Selain itu, dengan semakin dekatnya Pemilu tanggal 17 April 2019 nanti. Soedjarno mengatakan masyarakat Ponorogo yang eksodus dan mempunyai hak suara juga harus tetap mencoblos.

Karena jika sesuai aturan yang dibuat pondok, mereka akan mondok selama 3 bulan. Mereka baru bisa kembali ke rumah masing-masing setelah bulan Ramadan.

"Jika tidak ada meteor jatuh dan tanda-tanda kiamat lain. Mereka boleh kembali ke rumah masing-masing," katanya.

Dari penjemputan tim tersebut, pihak Pemkab akan membawa warga yang eksodus untuk kembali ke Ponorogo. Namun, kedatangan warga yang eksodus tersebut hanya beberapa hari saja.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"Jadi 5 hari sebelum pencoblosan atau sebelum tanggal 17 April 2019 nanti Pemkab Ponorogo akan menjemput. Mereka yang mempunyai hak suara tetap mencoblos," ujarnya.

Untuk orang tua yang mempunyai anak-anak yang mau ujian, diperpanjang waktunya di Ponorogo.

"Mereka harus menunggu anak-anaknya sampai selesai ujian. Baru kembali ke Malang jika diinginkan. Dan semua kami fasilitasi," katanya.

Doktrin kiamat di Desa Watubonang, Ponorogo membuat 60 warga eksodus ke Malang. Sebanyak 60 orang warga Ponorogo eksodus ke Malang. Beberapa diantaranya ada yang menjual rumahnya. Mereka diketahui menjadi anggota Padepokan Gunung Pengging yang berada di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga: Tak Lagi Pakai Tenaga, Pebecak di Ponorogo Tersenyum Dapat Becak Listrik dari Prabowo

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, membentuk tim gabungan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Majelis Ulama Indonesia (MUI ) Ponorogo, Ormas Muhammadiyah, Ormas NU, Camat Badegan, Danramil Badegan, Kapolsek Badegan, Kamis (14/3).

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.