Rabu, 17 Jun 2026 04:49 WIB

Polisi Lacak Asal KTP Palsu Penghuni Kos yang Tewas Membusuk

Evakuasi jasad penghuni kos yang tewas membusuk di Tulungagung
Evakuasi jasad penghuni kos yang tewas membusuk di Tulungagung

jatimnow.com - Identitas jenazah laki-laki yang tewas di kamar kos di Kelurahan Tertek, Kabupaten Tulungagung masih belum terungkap. Sebab selain jenazah sudah dalam keadaan rusak, fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) yang ditemukan di dalam kamar korban juga dipastikan bukan milik korban.

Sebab, dari kroscek yang dilakukan Satreskrim Polres Tulungagung, identitas orang yang tertera dalam fotokopi KTP itu ternyata masih hidup sesuai keterangan orang-orang yang ada di rumah sesuai alamat dalam fotokopi KTP.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Dalam fotokopi KTP itu tertera nama Edi Sutrisno dengan alamat asal di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung.

"Kami masih menunggu hasil identifikasi lanjutan untuk mengungkap identitas korban," terang Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Hendro Tri Wahyono, Jumat (29/3/2019).

Baca juga:  Penghuni Kos Tewas Membusuk, Polisi Sita KTP Palsu

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Selain itu, Hendro dan timnya bakal mengkroscek ke Edi Sutrisno yang menurut keluarganya tengah berada di Mojokerto untuk bekerja. Sebab dari keterangan pemilik rumah kos, Puguh, wajah orang yang pertama kali mengajukan fotokopi KTP itu kepadanya, hampir sama dengan foto orang yang ada di dalam KTP itu.

"Seingat saya, yang menyerahkan KTP wajahnya sama dengan yang ada di KTP itu, tapi bisa jadi yang menyewa atas nama Edi Sutrisno, tapi yang menempati orang lain," sambung Puguh.

Puguh menambahkan, sesuai peraturan, para penghuni kos diharuskan menyerahkan fotocopi KTP kepadanya. Korban yang menghuni kamar nomor 9 mulai tanggal 18 Maret 2019. Penghuni kos itu dikenalnya sebagai pribadi pendiam.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Kalau pekerjaannya saya tidak tahu, soalnya tidak pernah ngobrol, tapi korban tinggal sendiri di kamar ini," tuturnya.

Korban ditemukan tewas membusuk di kamar kosnya pada Jumat (29/3/2019) setelah pemilik kos dan penghuni kos lainnya curiga mencium bau busuk dari dalam kamar korban. Dari rekaman CCTV yang ada di lokasi, korban diketahui masuk kamar pada 25 Maret 2019.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.